Kamis, 19 Oktober 2017

Bupati Badung Mencontoh Purwakarta Geliatkan Ekonomi Kerakyatan

| 225 Views
id Ekonomi Kerakyatan, wisata kuliner, Fasilitas Publik, Pekan Informasi Pembangunan, pemkab purwakarta, pemkab badung
Purwakarta, Jawa Barat (Antara Bali) - Bupati Badung, Bali, I Nyoman Giri Prasta, mengaku tertarik untuk mencontoh strategi Pemkab Purwakarta, Jawa Barat, dalam menggeliatkan ekonomi kerakyatan dengan mengoptimalkan fungsi Taman Air Sri Baduga Situbuleud untuk wisata kuliner khas kota setempat.

"Saya sangat tertarik dengan konsep optimalisasi taman kota yang disulap menjadi tempat perputaran perekonomian rakyat yang akan kami terapkan di Badung," ujarnya setelah mengelilingi Fasilitas Publik di Purwakarta, Rabu.

Pihaknya kagum dengan program pro-rakyat yang dirintis Bupati Purwakarta, Dedy Mulyadi, yang memberikan dampak positif untuk perekonomian masyarakatnya yang luar biasa, karena bisnis kuliner yang menjadi andalan Purwakarta makin menggeliat.

Selain memberikan efek ekonomi yang besar bagi masyarakat, keberadaan taman air mancur di Purwakarta telah menjadi objek wisata alternatif bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Mantan Ketua DPRD ini terus berupaya melakukan diversifikasi baik objek maupun atraksi wisata yang ada. "Tanpa objek atau atraksi wisata alternatif, wisatawan yang berkunjung ke Badung kemungkinan akan mengalami kejenuhan dan akan melirik destinasi wisata lain," katanya.

Terkait dana untuk membangun Taman Kota di Badung, Giri Prasta memastikan tidak ada masalah. "Kami pastikan dana pembangunan taman-taman alternatif tidak mengalami masalah," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Purwakarta Dedy Mulyadi mengatakan jumlah pengunjung yang datang ke taman kota Situbeleud rata-rata 50.000 orang setiap malam minggunya. Jumlah pengunjung yang besar inilah menjadi pasar potensial bagi pelaku usaha kecil menengah di sektor kuliner.

"Apabila pada hari biasa, pedagang hanya bisa memperoleh hasil penjualan maksimal Rp300.000, pada saat pertunjukan air mancur, UKM bisa memperoleh omzet antara Rp2 juta hingga Rp3 juta," katanya.

Ia menuturkan, Taman Air Mancur ini dibangun di atas lahan sekitar 6 hektare, dengan air mancur pun dirancang teknologi modern dengan hiasan lampu yang sangat memikat pengunjung. Taman air mancur ini didukung dengan 35.000 lampu sehingga menambah daya tarik air mancur yang dibangun di atas situ/danau buatan ini.

Sebelumnya, Wakil Bupati Purwakarta, Dadan Koswara mengatakan taman air mancur terbesar di Asia Tenggara ini dibangun dengan anggaran Rp60 miliar. "Pengerjaannya pun dilakukan oleh putra-putra daerah setempat," katanya. (WDY)

Editor: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2017