Asosiasi Pengusaha Tiongkok-Koramil Denpasar Selatan Bekerja Sama

Asosiasi Pengusaha Tiongkok-Koramil Denpasar Selatan Bekerja Sama

Presiden Direktur Asosiasi Pengusaha One Belt One Road Indonesia Peter Wang (kedua kanan) dengan Komandan Koramil 1611-02/ Denpasar Selatan Mayor Inf. Sriyono pada Selasa (22/8). (Antara Bali/Komang Suparta/2017)

Denpasar (Antara Bali) - Asosiasi Pengusaha One Belt One Road Indonesia bekerja sama dengan  Koramil Denpasar Selatan dalam pelatihan Bahasa Mandarin dalam toleransi pada perbedaan budaya.

Nota kesepakatan tersebut ditandatangani Presiden Direktur Asosiasi Pengusaha One Belt One Road Indonesia Peter Wang dengan Komandan Koramil 1611-02/ Denpasar Selatan Mayor Inf. Sriyono pada Selasa (22/8).

Peter Wang berharap kerja sama ini tidak hanya sebatas pengajaran bahasa Mandarin kepada anggota Koramil 16-02/ Denpasar Selatan, Tetapi juga bekerja sama bidang lainnya, termasuk juga memberi rasa aman bagi pengusaha asing, khususnya negara Tiongkok.

Ke depan kata Peter Wang, diharapkan akan terus terjadi kerja sama yang berkelanjutan diberbagai sektor, mulai sektor pariwisata, kesehatan, keamanan, pendidikan, budaya dan lain sebagainya.

"Semua ini bertujuan saling bermanfaat bagi kedua belah pihak terutama kesejahteraan masyarakat lokal," kata Piter Wang didampingi Sekjen Asosiasi Pengusaha One Belt One Road Indonesia, Henry Soemantri.

Peter Wang menambahkan dipilihnya Bali menjadi sentral dan kantor sekretariat asosiasi tersebut, karena Bali adalah tujuan wisata favorit di Indonesia, selain potensi ekonomi yang terus berkembang dan juga kunjungan wisatawan asal negeri Tiongkok ke Pulau Dewata ini selalu meningkat tiap tahunnya.

Ia mengatakan selain kerja sama dengan Koramil Denpasar Selatan, pihaknya sebelumnya juga menandatangi nota kesepahaman dengan  Pemerintah Kabupaten Karangasem untuk pengembangan objek wisata yang cukup populer di Kabupaten Karangasem, yaitu pengembangan Taman Ujung Sukasada berlokasi di Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem.

"Bali selalu dikenal di seluruh dunia dengan destinasi wisata, hal ini membuat kami menanamkan investasi disini. Awal mulanya pada tahun lalu saya berwisata di Bali, dan saya langsung jatuh cinta dengan keunikan dan budayanya, hal itu membuat saya berpikir, kenapa tidak menanamkan investasi di pulau yg indah ini, untuk kemajuan pariwisata dan kesejahteraan masyarakatnya," ucap Peter Wang.

Sementara itu, Mayor Sriyono mengapresiasi para investor tertarik menanamkan investasinya di Indonesia, khususnya Bali. Mereka menganggap warga lokal sangat bersahabat dengan investor yang bertujuan memberi kesempatan bekerja di daerah pariwisata.

"Kami mendukung pengusaha asal Tiongkok berinvestasi di Bali. Asalkan mereka patuh pada hukum yang berlaku di Indonesia. Bagi Bali menjadi kesempatan emas untuk menerima tawaran kerja sama dalam berbagai bidang," katanya.(*)