Denpasar (Antara Bali) - Warga Muslim di Kota Denpasar sampai saat ini tidak terusik dengan aktivitas Jamaah Ahmadiyah, meskipun kelompok tersebut cenderung tertutup dan jarang berinteraksi dengan masyarakat lainnya.
"Sampai saat ini alhamdulillah aman-aman saja, tidak ada masalah. Tidak laporan dari warga sekitar yang terusik dengan keberadaan mereka," kata Kepala Kantor Urusan Agama Denpasar Timur H Suhatril, Rabu.
Dia mengatakan, Jamaah Ahmadiyah di Denpasar, dapat hidup berdampingan dengan umat lainnya dan tidak ada laporan warga Denpasar yang yang resah.
Meski lokasi aktivitas mereka terpantau dari luar, namun pihaknya tidak mengetahui secara pasti jumlah anggota Jamaah Ahmadiyah di Denpasar yang terpusat di Jalan Harum di sekitar Perumahan Candra Asri, Denpasar Timur.
Dikatakan Suhatril, sampai saat ini mereka belum pernah melapor atau datang ke KUA untuk memperkenalkan diri.
"Kami hanya tahu di sini ada Jamaah Ahmadiyah, namun soal aktivitasnya lebih jauh kami tidak tahu, sebab rumahnya dipagar tembok tinggi dan pintunya selalu tertutup," ujarnya.
Suhatril menambahkan, sampai saat ini juga tidak ada laporan warga sekitar, baik umat Hindu maupun warga Muslim lainnya terhadap aktivitas jamaah tersebut..
Sepanjang tidak ada laporan keresahan warga, ujar dia, maka pihaknya mempersilakan penganut Ahmadiyah menjalankan ajaran sesuai keyakinannya sendiri.
Diakuinya, keberadaan Jamaah Ahmadiyah di Denpasar tidak menunjukkan aktivitas yang mencolok yang bisa mengundang perhatian warga sekitar.
"Baik siang hari hingga malam hari, aktivitas mereka jauh dari keramaian dan selalu sepi dan hening. Ya kami harapkan tetap tercipta situasi dan kondisi yang aman dan tidak melakukan hal yang meresahkan warga," ujarnya.
Pihaknya juga cukup kesulitan untuk melakukan pendataan atau pemantauan lebih intens, mengingat ketertutupan semua akses informasi mereka.(*)
