Bedugul (Antara Bali) - Pemandangan alam yang indah di bagian belakang Kebun Raya Eka Karya Bedugul, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, dengan latar belakang Danau Beratan, menjadi favorit pengunjung untuk bersantai melepas lelah sambil menikmati aneka hidangan yang mereka bawa.
Wartawan ANTARA dari kebun raya yang dikelola Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu, Sabtu melaporkan, pengunjung didominasi wisatawan domestik, terutama kalangan keluarga, termasuk umat Hindu yang masih mengenakan pakaian adat dan selesai melaksanakan persembahyangan bertepatan Hari Raya Kuningan.
Dari ribuan pengunjung yang masuk kebun raya yang berjarak sekitar 70 kilometer dari Denpasar itu, setiap saat ratusan orang di antaranya terlihat duduk-duduk di atas hamparan rumput menghijau maupun menggelar tikar sambil menikmati aneka hidangan bawaan.
"Sejak pagi pengunjung terus hilir-mudik memilih bersantai di bagian belakang kebun raya ini," kata salah seorang petugas keamanan yang melakukan pemantauan hingga ke bagian bawah hutan di kawasan bukit seluas sekitar 157 hektare tersebut.
Wisatawan rombongan keluarga umumnya tak jemu-jemu untuk duduk-duduk sambil terus mengarahkan pandangannya ke kawasan danau yang setelah tengah hari segera terkurung kabut itu.
"Enak juga bersantai bersama keluarga di sini. Udaranya sejuk, pemandangannya bagus. Bisa sejenak membebaskan pikiran dari rutinitas kerja," komentar Ny Ratna yang mengaku warga Pemogan, Denpasar.
Sejak memasuki areal Kebun Raya Bedugul, juga sudah terlihat kelompok muda-mudi atau rombongan keluarga yang memilih bersantai di bawah rindangnya pepohonan sambil melakukan sejumlah aktivitas permainan, seperti lempar-lemparan bola, permainan tambang dan lainnya.
Sedangkan kaum muda-mudi, baik yang menggunakan sepeda motor maupun mobil, banyak di antaranya yang memilih bersantai di areal pinggiran hutan yang lokasinya lebih sepi.
Di Kebun Raya Eka Karya Bedugul yang berjarak sekitar 40 kilometer dari Singaraja, Kabupaten Buleleng itu, terdapat koleksi aneka pohon keras hingga berbagai jenis kaktus yang dirawat secara khusus di bangunan beratap terang.
Petugas kebun raya akan mengingatkan pengunjung yang membawa anak-anak, agar tidak sampai terkena duri kaktus, karena ada di antaranya yang beracun.
Berdasarkan data, kebun raya itu memiliki koleksi 13.584 spesimen yang terdiri atas 1.604 jenis, 753 genus dan 174 famili. Terdiri koleksi umum 919 jenis, anggrek 209 jenis, pepohonan keperluan ritual umat Hindu 140 jenis, paku-pakuan 67 jenis, kaktus 68 jenis, poaceae 57 jenis, palem 42 jenis, aquatik 25 jenis dan nursery 43 jenis.
Kebun Raya Eka Karya juga memiliki koleksi biji kebun 311 jenis, biji umum 402 jenis, herbarium kebun 634 jenis, herbarium umum 873 jenis, herbarium lumut 60 jenis dan artefak etnobotani 79 buah.
Selain itu terdapat sekitar 300 tanaman mengandung kasiat obat-obatan yang dirintis sejak tahun 2005 di Taman Usada seluas 1.600 meter persegi.(*)
