Gubernur Bali, Made Mangku Pastika memimpim peringatan tersebut yang didahului dengan doa kepada korban.
"Kita tidak mungkin melupakan tetapi kita hanya bisa memaafkan dan dengan memaafkan, persaudaraan di muka bumi bisa kita tegakkan sama-sama," ucapnya.
Pastika yang saat itu menjadi Ketua Tim Investigasi Bom Bali I itu menyatakan bahwa saat ini semua pihak harus menjaga keamanan baik dari TNI dan Polri, masyarakat hingga turis mancanegara.
"Keamanan itu tidak jatuh dari langit tetapi harus kita upayakan dan bangun bersama," kata mantan Kepala Polda Bali itu.
Orang nomor satu di Pemerintah Provinsi Bali itu menyatakan bahwa peringatan tersebut bukan untuk membangkitkan luka lama namun meneguhkan syukur sekaligus bekerja sama menumbuhkan empati dan simpati.
"Kita bersyukur diberi kesempatan melanjutkan kehidupan dan kita mendapatkan berkah dari Tuhan, menumbuhka empati dan simpati dan kerja sama antarnegara," ucap gubernur asal Kabupaten Buleleng itu.
Ratusan wisatawan domestik dan mancanegara kemudian satu per satu membawa karangan bunga yang diletakkan di depan altar monumen tragedi kemausiaan itu.
Sementara itu, selain tabur bunga dan penyalaan lilin, para seniman yang merupakan keluarga korban menampilkan pertunjukkan musik yang bertema kemanusiaan dan membangun kebersamaan.
Peringatan 13 tahun Bom Bali I itu juga dihadiri Kepala Polda Bali Inspektur Jenderal Sugeng Priyanto, beberapa pejabat di Pemkab Badung serta Konsul Konjen Australia di Denpasar, Majel Hind. (WDY)
Pewarta: Pewarta: Dewa Wiguna: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026