Denpasar (Antara Bali) - Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali meninjau abrasi pantai yang ada di kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, agar segera mendapatkan penanganan dari pemerintah pusat.
"Kami sudah meninjau pantai yang mengalami abrasi di kawasan Pelabuhan Gilimanuk tersebut. Bahkan dari pihak pelabuhan juga sudah siap ikut serta membantu perbaikannya," kata Ketua Komisi III DPRD Bali Nengah Tamba, seusai melakukan peninjauan tersebut di Denpasar, Kamis.
Ia mengatakan terjadinya abrasi pantai di Bali setiap tahunnya mengalami peningkatan, salah satunya faktor alam dan ulah manusia itu sendiri.
"Namun demikian kami akan terus melakukan peninjauan dan pendataan guna dapat dilakukan usulan kepada pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat," kata politikus Partai Demokrat.
Dalam peninjauan ke kawasan Pelabuhan Gilimanuk, kata dia, rombongan Komisi III diterima pihak otoritas pelabuhan dan ASDP setempat.
"Baik otoritas pelabuhan maupun Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Gilimanuk mengaku akan berpartisipasi dalam menanggulangi abrasi pantai tersebut. Mareka berjanji akan membantu masyarakat dalam mengatasi abrasi pantai itu," katanya.
Menyinggung penanganan abrasi pantai di Bali, kata Tamba, perencanaan mengatasi abrasi sepanjang pantai di Bali sudah ada perencanaan besar (master plan) yang dibuat oleh Dinas Pekerjaan Umum dan instansi terkait.
"Dinas PU dan instansi terkait seudah melakukan pendataan terhadap pantai yang mengalami abrasi di Bali," ucapnya.
Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Bali menyebutkan total pantai yang terkena abrasi hingga 2013, kerusakan bertambah menjadi 187,7 kilometer (km).
Ia mengatakan pantai di Bali yang kena abrasi dan sudah ditangani sepanjang 93,35 km. Masih ada 88,3 km yang belum ditangani. (WDY)
