Denpasar (Antara Bali) - Kapolda Bali Irjen Pol Hadiatmoko meminta anggota Direktorat Narkoba di jajarannya agar selalu solid dan tidak bergerak sendiri-sendiri dalam melakukan tugas.

"Saya minta jangan sampai ada yang saling membocorkan setiap gerakan yang akan dilakukan, apalagi sampai ada dusta di antara kita. Itu sangat berbahaya," katanya saat memberi pengarahan kepada anggota Direktorat Narkoba Polda Bali di Denpasar, Kamis.

Dia berharap petugas Direktorrat Narkoba mampu bekerja dengan otak, tidak dengan otot. Karena itu mereka diminta selalu dapat berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Direktorat IV Narkoba Mabes Polri, Badan Narkotika Provinsi (BNP), Bandara Ngurah Rai serta lainnya.

"Agar keberadaan Ditnarkoba mampu dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Bali, tentunya harus dibarengi dengan lebih banyak melakukan penyuluhan-penyuluhan," ujarnya.

Dalam kesempatan itu juga, Hadiatmoko meminta agar seluruh anggota Ditnarkoba melakukan pemantauan di tempat hiburan malam. Ia menilai bahwa tempat hiburan malam merupakan tempat strategis untuk transaksi narkoba.

"Di sini banyak tempat hiburan malam yang ramai. Silahkan pelajari dulu barang satu hingga dua minggu terkait perjalanan peredaran barang terlarang itu. Malu kalau Polda nangkap hanya satu linting kalau perlu satu kilo," ujarnya.

Seorang petugas narkoba, kata Kapolda, harus mampu menguasai penyelidikan dan penyidikan terkait narkotika dan psikotropika, mampu membuat gerakan-gerakan untuk mendapatkan hasil yang maksimal, mampu bersiasat serta memiliki strategi jangka panjang untuk kepentingan bangsa dan negara.

"Tiada hari tanpa taktik, tiada minggu tanpa siasat, tiada bulan tanpa strategi dan tiada tahun tanpa penyelamatan bangsa," ujar Kapolda menambahkan.(*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026