Denpasar (ANTARA) - Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri melalui National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia bekerja sama dengan Kepolisian Daerah Bali memburu dua rekan buronan Interpol asal Inggris Steven Lyons yang terdeteksi berada di Bali.

Sekretaris NCB Interpol Indonesia Divisi Hubinter Polri Brigadir Jenderal Polisi Untung Widyatmoko di Denpasar, Selasa, mengatakan pihaknya telah diberitahu perwakilan Unit Central Operativa (ECO Málaga) Garda Sipil Spanyol bahwa kedua rekan Steven Lyons juga merupakan bagian dari jaringan kriminal yang berbahaya.

Ia mengungkap Steven Lyons yang berusia 45 tahun itu tiba di Bali bersama dua orang rekannya berinisial SL dan LW meskipun dia mengatakan tidak mengenal dua orang tersebut.

"Namun demikian, yang dua masih tetap kami cari karena yang dua ini bukan red notice karena berdasarkan keterangan rekan-rekan kami yang dari Spanyol bahwa dua orang itu juga termasuk anggota komplotan dari kelompok kriminal yang berbahaya," kata Untung.

Berdasarkan keterangan Steven Lyons, kedua orang tersebut hanya kenalan yang kebetulan sedang berwisata ke Bali pada 28 Maret 2026 saat penangkapan Steven.

Kepada penyidik, Steven Lyons mengaku hanya berada dalam satu pesawat dari Dubai menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

"Dia (Steven Lyons) bilang yang dua orang itu teman saya dan dia wisata ke sini dengan keluarganya. Dan saya kenal sama dia di atas pesawat. Bukan sama saya yang berangkat dari Dubai. Itu keterangan dia," katanya.

Kedua WNA tersebut berpaspor Skotlandia. Polda Bali dan Interpol sudah mengeluarkan daftar pencarian orang (DPO) terhadap dua WNA tersebut.

Kepada Imigrasi, pihaknya telah memasukkan dua WNA itu dalam daftar cekal.

"Kami meminta informasi juga dan saya sudah sampaikan ke Imigrasi untuk dilakukan upaya cekal terhadap dua nama. Dua masih berada di Bali, kami juga pantau perlintasan belum keluar meninggalkan Bali," katanya.

Untung juga menduga kemungkinan Steven Lyons datang ke Bali bukan hanya untuk mendukung berwisata, melainkan untuk melihat pasar Indonesia terhadap peredaran gelap narkoba.

"Mereka ke Bali mungkin untuk wisata yang kedua mungkin mau melihat jaringan di Indonesia seperti apa. Alhamdulillah sudah tertangkap duluan. (Buka jaringan) Dugaan itu ada," katanya.



Pewarta: Rolandus Nampu
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026