Denpasar (Antara Bali) - Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengharapkan masyarakat selalu memiliki hati dan pikiran yang jernih dalam menanggapi berbagai isu yang sering kali membuat mereka cepat menerima dan meracuni pikirannya, padahal belum pasti kebenarannya.

"Untuk itu masyarakat jangan cepat terpengaruh dalam menanggapi isu yang belum jelas kebenarannya," kata Gubernur Pastika ketika membuka Simakrama (pertemuan) dengan berbagai elemen masyarakat, Sabtu.

Untuk itu Simakrama yang digelar secara berkesinambungan setiap akhir bulan itu, ia berharap masyarakat bisa menyampaikan aspirasi dan unek-unek yang selama ini sempat mampet terkait pengimplementasian Program Bali Mandara Jilid II.

"Saya menyadari selama simakrama ini ditunda berkaitan dengan beberapa hari suci, padahal sangat banyak isu yang berkembang di masyarakat, oleh sebabnya pertemuan ini sangat baik untuk menyampaikan masalah sehingga unek-unek yang sempat mampet bisa disampaikan serta pikiran kita bisa lebih jernih dan positif," katanya.

Gubernur Pastika menyadari pro dan kontra di masyarakat dalam menanggapi isu juga banyak terjadi. Untuk itu masukan dan saran dari masyarakat karena apapun yang dilakukan Pemerintah adalah harus sesuai dengan ekspektasi masyarakat dan tentunya bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat.

Dalam simakrama yang dihadiri oleh masyarakat Bali banyak masukan, masalah, serta isu terkait program Bali Mandara Jilid II, seperti yang disampaikan oleh Wayan Sukasta dari Desa Ped, Nusa Penida terkait dengan kekeringan yang terjadi di desanya.

Ia menyampaikan bahwa selama ini bantuan air gratis yang diberikan Pemprov Bali masih terbatas dan tidak mencukupi kebutuhan air serta mahalnya air yang dibeli yakni satu tangki mencapai Rp 150.000.

Ia mengharapkan bisa mendapatkan bantuan lagi atau setidaknya bisa membeli air dengan harga yang lebih murah.

Gubernur Pastika menanggapi permasalahan tersebut menyampaikan bahwa, selama ini sumber air yang dimiliki Provinsi Bali yakni SPAM Penet baru satu mesin yang berfungsi mengalirkan air 300 liter/detik, yang tepakai hanya 90 liter/detik sehingga masih terdapat 210 liter/detik yang belum dimanfaatkan.

Sedangkan untuk SPAM Petanu sudah dibuatkan ke PDAM Tabanan, Gianyar dan Badung, namun saat ini sering mengalami masalah di PDAM sehingga seringkali tidak sampai di rumah masyarakat.

"Sumber kemiskinan itu adalah air, kalau sudah tidak ada air pasti miskin, oleh sebabnya kita akan benar-benar memanfaatkan dan kelola dua SPAM yang kita miliki, kita akan naikkan ke atas turun lagi sehingga benar-benar sampai di tempat yang membutuhkan air seperti Nusa Penida, Buleleng dan lain-lain", ujar Gubernur Pastika.

Pastika juga mengimbau jika masyarakat Bali mengalami kekurangan pangan hendaknya pejabat setempat segera membuat laporan dan pernyataan ke Pemprov Bali agar bisa cepat dilakukan tindakan, karena Pemprov memiliki jatah pangan untuk kabupaten yang membutuhkan.

Demikian pula menanggapi keluhan I.B Sunarbawa dari Kediri, Tabanan terkait kerusakan infrastruktur jalan yang ada di daerahnya, Pastika menyampaikan bahwa, jika jalan yang rusak merupakan jalan kabupaten maka itu merupakan kewenangan kabupaten, Provinsi hanya berhak memberikan bantuan keuangan khusus (BKK) dari dana APBD, namun harus disesuaikan dengan pengeluaran dan kondisi keuangan di Pemprov Bali. (MFD)


Pewarta: Oleh I Ketut Sutika
Editor : I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026