Menurut Indah di Banjarmasin, Kamis, pengaturan pola makan bagi anak autis sangat penting untuk diperhatikan, karena berbagai makanan yang banyak dikonsumsi anak-anak saat ini banyak memicu terjadinya autisme.
"Jadi orang tua yang menitipkan anaknya di pusat layanan autis (PLA) ini, supaya ikut menjaga di rumah, terutama pola makan atau menjaga diet bagi anak," katanya.
Penderita autis, kata dia, tidak baik mengonsumsi makanan sejenis cokelat, es krim, makanan cepat saji, makanan ringan, yang mengandung bahan pengawet atau pemanis buatan.
Autisme merupakan gangguan perkembangan yang sangat kompleks pada anak, di mana gejalanya sudah timbul sebelum anak tersebut mencapai usia tiga tahun.
Penyakit itu, tambah dia, disebabkan oleh gangguan neurobiologis yang memengaruhi fungsi otak sehingga anak tidak mampu berinteraksi dan berkomunikasi dengan dunia luar secara efektif.
Autisme dapat terjadi pada siapa saja tanpa pengecualian, namun tidak semua individu yang mengalami hal itu memiliki kecerdasan (IQ) rendah. Bahkan tidak sedikit yang mencapai pendidikan tinggi dan memiliki keahlian yang luar biasa di bidang tertentu seperti melukis, matematika, bidang musik dan sebagainya. (*/ADT)
Pewarta: Oleh Ulul Maskuriah: I Nyoman Aditya T I
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.