"Sampai sekarang (15/9) sudah ada 15 pesawat `VVIP` dari negara APEC sudah mendaftar," kata Komandan Pangkalan Udara Ngurah Rai Kolonel Penerbang Sugiharto Prapto Walujo ditemui di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Minggu.
Dari jumlah tersebut, pihaknya akan menyusun penempatan untuk parkir pesawat dengan mempertimbangkan berbagai hal, termasuk kepentingan politis.
"Pertimbangan politis menjadi perhatian utama kami. Itu terkait dengan sistem perpolitikan negara masing-masing," ucapnya.
Selain pertimbangan politis, ukuran pesawat terbang yang dibawa para pemimpin 21 negara anggota APEC juga menjadi perhatian.
Menurut dia, dari 15 pesawat itu, empat negara belum mencantumkan tipe pesawat kepresidenan yang akan digunakan.
Sedangkan dua negara sudah melakukan konfirmasi bahwa akan membawa dua pesawat kepresidenan, yakni Amerika Serikat dan Rusia.
Sugiharto menyatakan bahwa Bandar Udara Internasional Ngurah Rai siap menampung 21 pesawat kepresidenan dan memastikan semuanya parkir di Bali. (M038)
Pewarta: Oleh Dewa Sudiarta WigunaEditor : M. Irfan Ilmie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.