Profesor Dr. I Wayan Windia yang juga Ketua Pusat Penelitian Subak Unud di Denpasar, Sabtu, menegaskan bahwa penanganan terhadap petani secara lebih intensif dan komprehensif agar petani yang notabene anggota subak dapat merasakan makin membaiknya tingkat kesejahteraan mereka.
Ia mengatakan bahwa sistem budaya subak yang telah diakui sebagai warisan budaya dunia (WBD) oleh UNESCO itu berkat memiliki keunikan, yakni adanya penerapan filosofi Tri Hita Karana dalam pengelolaan irigasi dan pertanian di lahan sawah.
Hal itu sekaligus menjadi daya tarik wisatawan dalam dan luar negeri saat menikmati liburan di Pulau Dewata. (M038)
Pewarta: Oleh IK Sutika: M. Irfan Ilmie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.