Gianyar (ANTARA) - Panitia Khusus Tata Ruang Aset dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali menghentikan sementara pembangunan Hotel JW Marriott di Desa Puhu, Payangan, Kabupaten Gianyar, karena berdiri di atas saluran irigasi dan masalah kurangnya perizinan.
Ketua Pansus TRAP DPRD Bali I Made Supartha di Gianyar, Kamis, mengatakan penghentian aktivitas ini akibat sejumlah pelanggaran pada proyek di tanah miring seluas 3 hektar itu, seperti saluran irigasi dan perizinan.
“Kami sepakat untuk menghentikan seluruh kegiatan proyek konstruksi ini sampai dengan nanti kami akan panggil yang bersangkutan (pihak perusahaan),” kata dia.
Pansus TRAP melihat langsung kondisi hotel dengan sekitar 80 kamar itu ada di sebuah tebing, kawasan yang dikelilingi pepohonan dan menutup aliran air irigasi itu sangat berisiko banjir maupun longsor.
Sementara izin yang dikantongi perusahaan melalui Nomor Induk Berusaha (NIB) yang didaftarkan di sistem perizinan terintegrasi (OSS) adalah risiko rendah.
Selain itu, data dari Satpol PP Gianyar menyebut pihak perusahaan belum selesai mengurus Sertifikat Laik Fungsi (SLF), namun sudah membangun.
“Kepada pihak pengembang atau pengusaha, proyek Marriott ini sudah jelas risiko tinggi kewajiban provinsi, sambil jalan lengkapi surat-suratnya baik PBG, lingkungan, dan tata ruang, itu proses administrasinya segera selesaikan,” ujar Supartha.
Anggota Pansus TRAP DPRD Bali I Nyoman Oka Antara menambahkan selama proyek ini dihentikan sementara agar perusahaan melengkapi berkas dan selanjutnya bertemu dewan untuk dimintai keterangan.
“Pertama izinnya belum lengkap masih banyak yang belum, kemudian banyak temuan pelanggaran terutama saluran air, kemudian penggunaan lahan tebing terkait tata ruangnya, nanti perjelas lagi ketika rapat, sementara kami semua setuju dihentikan,” kata dia.
Dilihat kasat mata saja, anggota Komisi I DPRD itu sudah menyayangkan tindakan perusahaan yang membahayakan warga sekitar, sebab jika berkaca dari bencana-bencana yang pernah ada satu pohon saja menghalangi aliran air akan menyebabkan luapan banjir ke sekitarnya, belum lagi itu adalah tebing.
Kondisi ini tidak hanya membahayakan penduduk sekitar, namun juga wisatawan yang mengingat sebab taruhannya nyawa, disusul merusak citra pariwisata.
Atas keputusan dalam sidak Pansus TRAP DPRD Bali, Humas Proyek Pembangunan Hotel JW Marriott I Gusti Bagus Prayuta menyatakan menerima sepenuhnya.
Ia mematuhi arahan dewan untuk menghentikan sementara pembangunan hotel sambil berkomunikasi dengan pemilik perusahaan agar menghadirkan dokumen-dokumen saat pemanggilan.
“Keputusan dari pansus kami akan laksanakan, diputuskan penghentian sementara proyek ini untuk melengkapi izin-izin yang seharusnya kami lengkapi,” kata dia.
