Badung, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Badung menjamin transparansi distribusi dana dukungan bagi para seniman yang akan menjadi duta seni Badung pada Pesta Kesenian Bali (PKB) Tahun 2026.

“Kami berupaya menghapus kekhawatiran adanya intervensi, potongan dana, hingga praktik tidak sehat yang kerap membayangi ruang kreatif pelaku seni di Badung,” ujar Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dalam keterangan yang diterima di Mangupura, Kabupaten Badung, Bali, Selasa.

Ia mengatakan, seluruh dana dukungan harus diterima utuh oleh para seniman yang akan tampil tanpa adanya potongan dalam bentuk apapun dari pihak manapun.

Untuk itu, pihaknya juga telah menyerahkan buku rekening tabungan kepada 26 kelompok dan komunitas seni asal Badung yang sedang mempersiapkan diri sebelum tampil pada PKB Tahun 2026.

“Kami melarang keras adanya pihak yang mengatasnamakan pejabat untuk kepentingan pribadi, serta memastikan proses penentuan peserta bebas dari negosiasi atau intervensi,” kata dia.

Bupati Adi Arnawa menjelaskan kebijakan itu merupakan bagian dari komitmen besar Pemkab Badung dalam melestarikan adat, agama, tradisi, dan seni budaya Bali yang menjadi tulang punggung pariwisata daerah.

Menurut dia, manfaat industri pariwisata sudah sepatutnya dikembalikan kepada para insan seni agar mereka dapat terus berkarya dengan tenang.

Langkah tersebut bukan sekadar persiapan teknis untuk panggung PKB, melainkan upaya jangka panjang bagi masa depan seni di Badung.

“Kami ingin mereka berkarya dengan tenang, fokus, dan bahagia dan berkomitmen ingin membangun pondasi kuat bagi ekosistem seni yang berintegritas dan berkelanjutan," kata dia.



Pewarta: Rolandus Nampu/Fikri Yusuf
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026