Denpasar (ANTARA) - Pengelolaan sampah berbasis sumber yang diterapkan di Desa Gulingan berhasil menekan sampah berserakan di lingkungan desa hingga sekitar 90 persen, sehingga kondisi wilayah tersebut kini nyaris bebas dari sampah yang tercecer.
Perbekel Desa Gulingan I Ketut Winarya mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil konsistensi penerapan pengelolaan sampah sejak dari tingkat rumah tangga oleh masyarakat setempat.
“Ini berkat dukungan penuh dari masyarakat, Tim TPS3R Desa Gulingan, hingga tim kebersihan desa yang terus bekerja menjaga lingkungan agar tetap bersih,” kata Winarya saat aksi bersih sampah plastik dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional di wilayah Banjar Angkeb Canging dan sekitarnya, Minggu (22/2).
Ia menjelaskan, pengelolaan sampah berbasis sumber dilakukan dengan mendorong warga untuk memilah sampah sejak dari rumah tangga. Pemilahan tersebut memudahkan proses pengolahan lanjutan sesuai dengan jenis sampah yang dihasilkan.
Setiap hari, tim TPS3R Desa Gulingan secara aktif menelusuri sumber-sumber sampah yang telah dipilah oleh warga untuk kemudian dikelola lebih lanjut. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga agar sampah tidak menumpuk di lingkungan desa.
Selain itu, tim kebersihan desa juga secara rutin melakukan pemantauan serta pembersihan di berbagai titik lingkungan guna mencegah munculnya sampah berserakan.
Menurut Winarya, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program pengelolaan sampah tersebut.
Ia menyebutkan bahwa masing-masing banjar di desa tersebut juga melaksanakan kegiatan kebersihan lingkungan atau kesling secara rutin sebagai bagian dari aktivitas masyarakat sehari-hari.
“Seluruh elemen bergerak setiap hari. Inilah yang menjaga kebersihan lingkungan kami tetap terpelihara secara konsisten,” ujarnya.
Sinergi antara warga, banjar, dan pemerintah desa dinilai menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sampah di Desa Gulingan. Kolaborasi tersebut membuat upaya menjaga kebersihan lingkungan dapat berjalan secara berkesinambungan.
Ke depan, pemerintah desa berharap kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari rumah tangga dapat terus meningkat. Upaya tersebut juga diharapkan diikuti dengan penguatan kerja sama antardesa dalam pengelolaan lingkungan.
Winarya mengatakan pihaknya berkomitmen menjaga agar pengelolaan sampah di wilayahnya tidak berdampak pada desa lain di sekitarnya.
“Kami ingin menjaga agar Desa Gulingan tidak mengotori desa lain, begitu pula sebaliknya. Komitmen ini akan terus kami jalankan dengan dukungan pemerintah melalui penganggaran rutin setiap tahunnya,” katanya.
Pewarta: Antaranews BaliEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026