Badung (ANTARA) - Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Badung, Bali, membantu pemerintah daerah setempat untuk mengurangi residu sampah rumah tangga melalui program Sosialisasi Badung Peduli Residu.

“Sosialisasi ini kami lakukan agar masyarakat peduli terhadap sampah residu yang sulit terurai dan mengancam lingkungan,” ujar Ketua TP PKK Badung Rasniathi Adi Arnawa di Mangupura, Kamis.

Ia mengatakan pihaknya meminta seluruh kader PKK untuk aktif mensosialisasikan gerakan Badung Peduli Residu demi mengajak warga lebih bijak mengelola produk berpotensi sampah residu.

“Kami berharap jajaran PKK, Posyandu dan semua organisasi yang saya koordinir, mulai dari anggotanya, pengurusnya dan semua juga lapisan masyarakat untuk ikut mensosialisasikan gerakan ini,” kata dia.

Pada kesempatan itu Rasniathi Adi Arnawa juga menyerahkan secara simbolis 600 paket popok kain dan pembalut pakai ulang ramah lingkungan kepada TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Badung serta enam perwakilan sekolah.

Penyerahan tersebut menjadi bentuk edukasi nyata untuk mengkampanyekan pengurangan sampah residu rumah tangga dengan harapan masyarakat dapat beralih dari produk sekali pakai ke produk ramah lingkungan.

“Apabila dipikirkan mungkin ini akan kelihatan sulit karena harus mencuci popok dan pembalut yang ramah lingkungan ini. Namun saya kira kalau ini sudah kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan dan bumi kita, ini tidak akan sulit,” ungkap Rasniathi Adi Arnawa.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung Made Rai Warastuthi menjelaskan capaian pemilahan sampah di Badung saat ini menyentuh angka 72 persen.

Adapun pengurangan sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) telah mencapai sekitar 33 persen. Meski begitu, tantangan sampah residu yang belum termanfaatkan optimal masih membayangi.



Pewarta: Naufal Fikri Yusuf/Rolandus Nampu
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026