Bangli, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangli, Bali, menyerahkan pengelolaan pasar rakyat kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bhukti Mukti Bhakti (BMB) untuk mendorong kualitas layanan dan peningkatan pendapatan asli daerah.
"Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Bangli dan meningkatkan kualitas hidup," kata Sekretaris Daerah Bangli, I Dewa Bagus Riana Putra di Bangli, Bali, Rabu.
Ada pun penyerahan pengelolaan pasar rakyat itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan BMB.
Penandatanganan itu dilakukan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangli Nasrudin bersama Direktur BMB Anak Agung Wibawa Putra.
Kerja sama itu disaksikan oleh Sekda Bangli dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bangli I Ketut Riang.
Sekda Bangli menjelaskan kerja sama itu mencakup pengelolaan lima pasar di daerah berhawa sejuk itu yaitu Pasar Kidul Bangli, Pasar Singamandawa Kintamani, Pasar Kayuambua, Pasar Yangapi, dan Pasar Seni Geopark.
Ia menjelaskan ruang lingkup kerja sama meliputi pemungutan retribusi jasa umum pelayanan pasar, kebersihan dan keamanan lingkungan pasar, serta penyediaan sumber daya manusia.
Sekda Bangli menambahkan kerja sama itu diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan pasar rakyat di Kabupaten Bangli, serta meningkatkan pendapatan asli daerah.
Dengan kerja sama itu, BMB akan bertanggung jawab atas pengelolaan pasar-pasar tersebut dan memastikan bahwa tata kelola dijalankan dengan baik dan efisien.
Sebagai gambaran, dalam Peraturan Daerah (Perda) APBD Bangli 2026, pendapatan dan belanja daerah masing-masing ditargetkan lebih dari Rp1,1 triliun.
Sementara itu, APBD 2025 berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bangli Nomor 16 tahun 2024 tentang APBD 2025, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bangli ditargetkan sebesar Rp307,4 miliar.
Target PAD 2025 itu lebih tinggi dibandingkan realisasi PAD Bangli 2024 sebesar Rp223,5 miliar atau 83,23 persen dari target 2024 mencapai Rp268,5 miliar.
