Tabanan, Bali (ANTARA) - Kabupaten Tabanan menjadi salah satu daerah yang menerima dana insentif fiskal tahun 2025 dari pemerintah pusat atas komitmen dan keberhasilannya dalam menurunkan angka stunting.
“Kami bersyukur atas pengakuan dari pemerintah pusat yang menilai kerja keras kita bersama membuahkan hasil nyata. Capaian ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi hasil gotong royong seluruh masyarakat Tabanan," ujar Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya di Tabanan, Bali, Rabu.
Bupati Sanjaya mengatakan ke depan, pihaknya akan terus memperkuat program intervensi gizi, peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, serta memperluas edukasi keluarga agar generasi Tabanan tumbuh sehat dan cerdas.
Penetapan Kabupaten Tabanan sebagai penerima insentif fiskal diumumkan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 yang berlangsung di Gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta, pada Rabu (12/11).
Dana tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan Ida Bagus Surya Wira Andi.
Sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 330 Tahun 2025 tentang Penetapan Pengalokasian dan Persyaratan Penyaluran serta Rincian Alokasi Dana Insentif Fiskal Tahun Anggaran 2025, Kabupaten Tabanan menjadi salah satu daerah dengan kinerja terbaik dalam kategori penurunan stunting.
Melalui formula penilaian yang meliputi variabel kinerja, bobot, sumber data, dan periode penghitungan, pemerintah pusat menetapkan alokasi dana sebesar Rp300 miliar untuk penghargaan kinerja daerah, termasuk Kabupaten Tabanan yang dinilai berhasil menjalankan strategi penanganan stunting secara efektif dan berkelanjutan.
Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut, seraya menegaskan keberhasilan ini menjadi motivasi untuk memperkuat komitmen Kabupaten Tabanan dalam menurunkan angka stunting secara berkelanjutan.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi kuat antara pemerintah daerah, jajaran OPD terkait, dan peran aktif Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Tabanan Rai Wahyuni Sanjaya, yang terus mendorong kolaborasi, sinergi dan inovasi lintas sektor, mulai dari edukasi keluarga, penguatan gizi anak, hingga pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.
Bupati menegaskan capaian ini merupakan bagian dari visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM), di mana peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi pilar utama pembangunan daerah.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap anak Tabanan memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh optimal. Ini adalah bentuk tanggung jawab moral dan komitmen kami untuk mewujudkan Tabanan yang benar-benar unggul di segala bidang,” katanya.
Dengan penghargaan ini, Tabanan kembali meneguhkan diri sebagai daerah yang mampu menerjemahkan kebijakan nasional ke dalam langkah konkret di tingkat lokal, menjadikan keberhasilan penurunan stunting sebagai bagian integral dari pembangunan manusia yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Berdasarkan dengan komitmen Pemerintah Pusat dalam menempatkan penurunan stunting sebagai prioritas nasional dengan target penurunan prevalensi menjadi 14,2 persen pada 2029 dan lima persen pada 2045, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025-2029 dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025-2045.
Di mana pada periode sebelumnya, prevalensi stunting telah turun signifikan sebesar 11 persen dari 30,8 persen pada 2018 menjadi 19,8 persen pada 2024.
