Gianyar, Bali (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan supervisi untuk pencegahan tindak pidana korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar, Bali.
“Tahun lalu Gianyar masih dikategorikan dalam zona integritas terjaga. Melalui forum ini, diharapkan ada perbaikan tata kelola pemerintahan yang lebih kuat dan berkelanjutan,” kata Kepala Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi Wilayah V.2 KPK Nurul Ichsan Al Huda di sela rapat koordinasi pemberantasan korupsi di Gianyar, Bali, Selasa.
KPK membagi hasil penilaian dalam tiga kategori yakni merah yang bermakna rentan, kemudian kuning (waspada), dan hijau (terjaga), dengan klasifikasi instansi berdasarkan besaran anggaran dan jumlah pegawai.
Ia mengapresiasi upaya inovatif Pemkab Gianyar dalam membangun sistem keuangan yang transparan dan menerapkan akuntabilitas.
“Kami mengapresiasi inovasi aplikasi keuangan yang dibangun oleh Pemkab Gianyar. Sistemnya cepat, akurat, dan selalu diperbarui. Inovasi seperti ini mendukung terciptanya pemerintahan yang bersih,” ujarnya.
Nurul menekankan pentingnya pemahaman pencegahan korupsi berlandaskan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Sementara itu, Bupati Gianyar I Made Mahayastra menegaskan upaya pemberantasan korupsi dan penguatan integritas birokrasi merupakan bagian penting dari pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Mahayastra menjelaskan komitmen integritas tersebut sejalan dengan visi pembangunan Gianyar yang berwawasan lingkungan dan berbudaya.
Bupati Gianyar menjabarkan capaian survei penilaian integritas (SPI) di daerahnya dalam penilaian kinerja pemerintahan dan pengelolaan keuangan yang dinilai masih tetap konsisten.
Ada pun capaian SPI pada 2024 mencapai nilai 79,87 dan capaian pelaksanaan pusat pengawasan untuk pencegahan (MCP) sebesar 77,28.
Menurut KPK, SPI dan MCP merupakan langkah konkret dalam pencegahan korupsi
“Nilai kami selalu masuk 10 besar, bahkan empat besar nasional. Ini perlu terus dijaga dengan integritas, efisiensi, dan kerja keras,” ucapnya.
Meski mencapai nilai yang positif, namun ia meminta jajarannya untuk terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas kerja.
