Denpasar (ANTARA) - Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Provinsi Bali menggenjot pendidikan vokasi setara diploma untuk mendorong serapan tenaga kerja.
“Masyarakat itu masih ingin cepat kerja sehingga difasilitasi dengan vokasi untuk diploma satu atau dua tahun,” kata Ketua Aptisi Provinsi Bali Prof I Made Suarta di Denpasar, Kamis.
Rektor Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali itu menambahkan, saat ini ada kemajuan minat masyarakat untuk mengenyam pendidikan di bangku perguruan tinggi.
Meski begitu, lanjut dia, jumlahnya masih belum signifikan setelah terdampak pandemi COVID-19.
Setelah ditelusuri, ia memperkirakan penyebab utama adalah alasan ekonomi sehingga kampus swasta membuat terobosan dengan pendidikan setara diploma satu dan dua tahun.
Ada pun jurusannya menyesuaikan kebutuhan masyarakat, misalnya pendidikan bidang pariwisata, seiring dengan geliat ekonomi Bali yang dominan didongkrak pariwisata.
Cara lain untuk mendorong kuliah adalah dengan menyosialisasikan program beasiswa pemerintah seperti beasiswa dari Pemerintah Provinsi Bali melalui program "satu keluarga satu sarjana" yang khusus untuk keluarga tidak mampu.
Pemprov Bali telah menjalin kerja sama dengan delapan perguruan tinggi negeri dan 20 perguruan tinggi swasta yang ada di Bali.
Pada 2025, Pemprov Bali menyiapkan kuota calon mahasiswa sebanyak 1.450 orang yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Sedangkan jumlah kampus swasta yang berada di bawah naungan Aptisi Bali sebanyak 51 perguruan tinggi swasta.
Selain beasiswa dari Bali, ada juga beasiswa dari pemerintah pusat yakni Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Berdasarkan lama resmi KIP-Kuliah, pendaftaran KIP-Kuliah periode 2025 dibuka mulai 3 Februari hingga 31 Oktober 2025.
Selain itu, pihaknya juga menyiasati apabila mahasiswa tersebut juga bekerja, maka proses perkuliahan dapat dilaksanakan secara daring.
Suarta menambahkan program pendidikan yang paling banyak digemari saat ini adakah pendidikan olahraga.
Khusus untuk kampusnya sendiri, lanjut dia, saat ini sedang proses program studi baru yakni pendidikan profesi guru pendidikan jasmani, kesehatan dan rekreasi (PPG PJKR) serta program strata dua (S2) untuk pendidikan olahraga.
Selain itu, program vokasi terbaru juga sedang berproses yakni setara diploma satu tahun untuk konsentrasi pijat kesehatan.
