Denpasar (ANTARA) - Dinas Kebudayaan (Disbud) Bali menargetkan penemuan informasi baru dari kegiatan konservasi lontar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali.

“KEK Kura-Kura Bali kan sudah bekerja sama dengan Penyuluh Bahasa Bali, saya harapkan dari lontar yang sudah kelihatan lama ini ketika dibaca akan ditemukan sesuatu informasi yang berharga,” kata Kepala Disbud Bali Ida Bagus Alit Suryana.

Bagus Alit di Denpasar, Jumat, menyebut konservasi lontar lama umumnya menghasilkan bacaan berupa sejarah, informasi suatu wilayah, cerita rakyat, hingga ramuan obat tradisional.

Di KEK Kura-Kura Bali  mereka menyimpan beragam lontar lama yang dikoleksi di Bali Abode Gallery dan kini dikeluarkan, sehingga, menurut Disbud Bali, tak menutup kemungkinan ada penemuan informasi baru dari lontar kuno tersebut.

“Nanti kalau memang ada muncul seperti itu, berarti luar biasa, lewat kawasan ekonomi khusus ini kita mendapatkan suatu sumber informasi yang sangat baik dan pasti berguna,” ujarnya.

Konservasi lontar dengan menggandeng Penyuluh Bahasa Bali merupakan rangkaian dari peringatan Bulan Bahasa Bali yang digelar KEK Kura-Kura Bali di kawasan Pulau Serangan.

Selain menerjemahkan lontar, turut dilaksanakan festival menyurat aksara Bali untuk generasi muda. Atas keterlibatan tersebut Disbud Bali mengapresiasi sebab investasi hadir selain untuk pariwisata juga pelestarian budaya.

Menurut dia, sudah seharusnya siapa pun yang tinggal atau berusaha di Bali ikut bertanggung jawab menjaga budaya Bali, apalagi mampu mengajak generasi muda terlibat.

“Semoga bisa ditiru oleh yang lainnya, apalagi di sini saya lihat banyak peninggalan-peninggalan budaya Bali yang juga disimpan, berarti ikut melestarikan, apalagi juga mengajak generasi muda yang ke depan menjadi tokoh-tokoh penentu keberadaan Bali,” katanya.

Tak hanya dari dalam Bali, Bagus Alit bahkan mendata peserta Bulan Bahasa Bali tahun ini banyak berasal dari luar Bali, seperti Lombok, Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta, Yogyakarta, dan Sulawesi, secara daring.

Menurutnya, hal itu menandakan besarnya kecintaan banyak pihak terhadap Bali dan kearifan lokalnya.

Kepala Komunikasi KEK Kura-Kura Bali Zefri Alfaruqy berterima kasih atas dukungan Pemprov Bali dalam kegiatan yang mereka buat.

Momentum Bulan Bahasa Bali ini dimanfaatkan untuk membuka koleksi lontar mereka dengan harapan ada manfaat yang bisa diperoleh dari hasil terjemahan aksara Bali tersebut.



Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026