Badung, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, meminta masyarakat untuk memanfaatkan balai desa adat untuk berbagai kegiatan positif, khususnya dalam pelestarian adat dan budaya.
“Balai desa ini kami harap dapat digunakan untuk kegiatan pelestarian seni, adat, agama, tradisi dan budaya,” ujar Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat meresmikan Bale Desa Adat Kerobokan, Badung, Jumat.
Ia mengatakan Pemkab Badung mengapresiasi Desa Adat Kerobokan yang telah berhasil mewujudkan pembangunan Balai Desa Adat tersebut.
Pihaknya juga mendukung pembangunan itu melalui dukungan dana hibah Pemkab Badung tahun 2024 senilai Rp4 miliar.
Bangunan Balai Desa Adat Kerobokan itu dibangun dengan dilengkapi dengan ruang basement dengan kapasitas parkir 300 sepeda motor.
Baca juga: Ranperda RPJMD Badung muat program prioritas pembangunan daerah
Ada lantai I terdapat Gudang, Ruangan Staf, Ruang Rapat Kerta Adhyaksa, Ruangan Prajuru, Bendesa Adat dan Toilet. Lantai 2, ada ruangan Rapat Kerta Sabha Bhuwana dengan kapasitas 200 orang.
“Kami mendukung desa adat terlebih saat ini desa adat telah memiliki lembaga Kerta Adhyaksa sebagai wadah atau media yang diharapkan dapat menyelesaikan masalah di masyarakat berbasis musyawarah mufakat,” kata dia.
Bupati Adi Arnawa menambahkan Pemkab bersama DPRD Badung juga berkomitmen untuk meningkatkan sumber daya manusia masyarakat Badung termasuk masyarakat di kawasan desa adat.
Untuk itu, pihaknya sedang merancang program beasiswa kuliah.
Pada tahun anggaran 2026 sudah dirancang sebanyak 400 beasiswa bagi masyarakat yang berniat kuliah dengan kriteria, masyarakat yang kurang mampu dan yang berprestasi.
“Nantinya masyarakat dapat menyampaikan proposal ke Bupati yang akan diverifikasi oleh Instansi teknis. Setiap orang akan dibantu sebesar Rp75 juta per tahun," pungkas Bupati Adi Arnawa.
Baca juga: Pemkab Badung mulai tertibkan 48 bangunan liar di Pantai Bingin
