"Pelajaran Bahasa Inggris di SD saya anggap sangat perlu, agar saat masuk SMP, murid sudah memiliki dasar-dasar pengetahuan bahasa asing tersebut," kata Susila.
Ia lebih sepakat, jika bobot pelajaran tersebut di tingkat SD diturunkan, sehingga lebih mudah dicerna dan dipahami peserta didik.
Sementara Sutharmi menilai, jika baru diajarkan di SMP, generasi muda Indonesia akan terlambat dalam mempelajari bahasa yang banyak digunakan dalam pergaulan global tersebut.
"Apalagi Bali adalah daerah pariwisata, dimana persyaratan menguasai Bahasa Inggris banyak diterapkan perusahaan jika ingin mendapatkan pekerjaan yang layak," katanya.
Usulan agar pelajaran Bahasa Inggris tidak dihapus ini, menurut Sutharmi akan pihaknya sampaikan saat rapat kerja dengan Dinas Dikporaparbud Jembrana.(GBI/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.