"Pedagang di pasar itu memang satu persatu pergi karena sepi pembeli, tapi kami terus berusaha agar tetap ada pedagang yang berjualan di areal tersebut," kata Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tuwed, Ketut Toya saat dikonfirmasi wartawan, Rabu.
Ia mengaku, pihaknya sangat berkepentingan agar pasar itu tetap hidup karena potensial menjadi lumbung pendapatan asli desa.
Pantauan di lokasi, dari deretan kios yang dibangun di atas tanah seluas 3 are ini, sama sekali tidak ada pedagang.
Salah seorang warga dekat pasar mengatakan, sudah sekitar tiga tahun terakhir, pedagang di pasar itu tidak ada lagi.(GBI)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.