"Ada 500 orang yang ditargetkan peroleh vaksinasi kedua jenis Sinovac ini. Semuanya sudah divaksin tanpa keluhan efek samping dari vaksin tadi," kata Palaksa Lanal Drnpasar Letkol laut (P) Agus Ali Hardono, dalam siaran pers yang diterima di Denpasar, Jumat.
Ia menegaskan masyarakat memiliki peran penting dalam memutus mata rantai penularan COVID-19 agar tidak menimbulkan sumber penularan baru pada tempat-tempat dimana terjadi pergerakan orang, terutama masyarakat maritim yang bekerja di sektor pelabuhan dan sekitarnya yang rawan sekali terjadi penyebaran COVID-19.
Hal ini dikarenakan pelabuhan adalah gerbang masuk dan lalu lintas angkutan laut dan nelayan. "Peran masyarakat untuk dapat memutus mata rantai penularan COVID-19 dari risiko tertular dan menularkan harus dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan, dengan gerakan 5M," katanya.
Baca juga: Puluhan warga kena razia vaksinasi COVID-19 di Jembrana-Bali
Sebelumnya, serbuan vaksinasi COVID-19 tahap pertama sudah dilaksanakan oleh TNI AL Lanal Denpasar di wilayah Bali pada tanggal 2 dan 6 Juli 2021 serta tanggal 17 dan 18 Juli 2021 di Kota Denpasar dengan total yang telah divaksin sebanyak 2.100 orang.
Sementara untuk pelaksanaan serbuan vaksinasi COVID-19 tahap kedua ini dilaksanakan pada Jumat dengan jumlah peserta 500 orang.
Ia mengatakan kalau vaksinasi COVID-19 ini adalah salah satu program pemerintah dan perintah langsung dari pimpinan TNI AL yaitu Kepala Staf TNI AL (Kasal) Laksamana TNI Yudho Margono, untuk membantu mempercepat dan memutus rantai penyebaran COVID-19.
Dikatakannya bahwa serbuan vaksin ini, tentunya sebagai bagian dari upaya membentuk kekebalan kelompok (herd immunity), khususnya untuk masyarakat Kota Denpasar.
Pewarta: Ayu Khania PranishitaEditor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.