"Melalui program ini, kotoran dan air kencing sapi yang awalnya kurang mendapat perhatian, belakangan bisa disulap menjadi produk yang bernilai ekonomis tinggi," kata I Wayan Samantra, pendamping Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Ananta Winangun, di Buleleng, Jumat.
Karena nilai ekonomisnya, kata dia, air kencing sapi belakangan ini mulai menjadi incaran pencuri. Untuk itu, Gapoktan pengelola Simantri yang tersebar di seluruh Bali diminta untuk meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah aksi pencurian tersebut.
Ia mengatakan, Simantri 079 yang dikelola Gapoktan Ananta Winangun di Desa Penarukan, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan menjadi korban aksi pencurian air kencing sapi yang sudah diolah menjadi bio urine pada bulan lalu.
Bahkan, kata dia, bio urine tersebut semestinya sudah siap untuk dipasarkan.(**)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.