• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Antara News bali
Jumat, 27 Februari 2026
Antara News bali
Antara News bali
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Nasional
    • Penukaran uang baru di Bank Indonesia Bali

      Penukaran uang baru di Bank Indonesia Bali

      Selasa, 24 Februari 2026 21:17

      DPR: Kehadiran RI di BoP pastikan suara negara berkembang terwakili

      DPR: Kehadiran RI di BoP pastikan suara negara berkembang terwakili

      Selasa, 17 Februari 2026 11:48

      Wapres Gibran dorong subsidi bagi pedagang pasar guna tekan inflasi

      Wapres Gibran dorong subsidi bagi pedagang pasar guna tekan inflasi

      Jumat, 13 Februari 2026 21:10

      Tinjau SPPG Polri Palmerah, Prabowo minta menu MBG disajikan hangat

      Tinjau SPPG Polri Palmerah, Prabowo minta menu MBG disajikan hangat

      Jumat, 13 Februari 2026 13:54

      Kemenimipas dukung penuh LKBN ANTARA bangun jaringan pemberitaan global

      Kemenimipas dukung penuh LKBN ANTARA bangun jaringan pemberitaan global

      Kamis, 5 Februari 2026 18:48

  • Updates
    • Luhut dan Gubernur Koster Rakor Ploting Digitalisasi Bansos berbasis DPI

      Luhut dan Gubernur Koster Rakor Ploting Digitalisasi Bansos berbasis DPI

      Jumat, 27 Februari 2026 6:54

      Banjir belum surut di Desa Kelan, Badung

      Banjir belum surut di Desa Kelan, Badung

      Jumat, 27 Februari 2026 6:49

      Pemkab Klungkung dan BPOM temukan kerupuk positif Rhodamin B

      Pemkab Klungkung dan BPOM temukan kerupuk positif Rhodamin B

      Kamis, 26 Februari 2026 20:57

      Luhut sebut digitalisasi bisa tuntaskan masalah alih fungsi lahan di Bali

      Luhut sebut digitalisasi bisa tuntaskan masalah alih fungsi lahan di Bali

      Kamis, 26 Februari 2026 15:54

      Upaya Bali pulih dari banjir

      Upaya Bali pulih dari banjir

      Kamis, 26 Februari 2026 9:39

  • Ekonomi
    • BI identifikasi peluang digitalisasi untuk tingkatkan PAD Jembrana

      BI identifikasi peluang digitalisasi untuk tingkatkan PAD Jembrana

      Kamis, 26 Februari 2026 19:46

      Bali siapkan 17 ribu bibit kelapa genjah dukung produksi arak

      Bali siapkan 17 ribu bibit kelapa genjah dukung produksi arak

      Kamis, 26 Februari 2026 19:20

      BI sebut indeks harga unit di perumahan di Bali tumbuh 1,06 persen

      BI sebut indeks harga unit di perumahan di Bali tumbuh 1,06 persen

      Kamis, 26 Februari 2026 15:26

      PLN sediakan 500 kuota mudik gratis rute Denpasar-Jawa Timur

      PLN sediakan 500 kuota mudik gratis rute Denpasar-Jawa Timur

      Kamis, 26 Februari 2026 15:10

      Koster minta bantuan Luhut agar dapat insentif bangun infrastruktur di Bali

      Koster minta bantuan Luhut agar dapat insentif bangun infrastruktur di Bali

      Kamis, 26 Februari 2026 13:35

  • Humaniora
    • Penampakan sampah kiriman di Pantai Kedonganan

      Penampakan sampah kiriman di Pantai Kedonganan

      Jumat, 27 Februari 2026 6:43

      Pemkab Bangli integrasikan layanan ke platform nasional agar efisien

      Pemkab Bangli integrasikan layanan ke platform nasional agar efisien

      Jumat, 27 Februari 2026 0:15

      Tim Peneliti Unud: Logam berat dan minyak sebabkan mangrove mati di Bali

      Tim Peneliti Unud: Logam berat dan minyak sebabkan mangrove mati di Bali

      Kamis, 26 Februari 2026 23:28

      Pemkot ke guru PAUD: Bijak digital, jangan hilangkan kemanusiaan saat mendidik

      Pemkot ke guru PAUD: Bijak digital, jangan hilangkan kemanusiaan saat mendidik

      Kamis, 26 Februari 2026 20:00

      PLN sediakan mudik gratis rute Denpasar-Jawa Timur sebanyak 500 kuota

      PLN sediakan mudik gratis rute Denpasar-Jawa Timur sebanyak 500 kuota

      Kamis, 26 Februari 2026 15:57

  • Pariwisata
    • Satpol PP siap kirim teguran kedua pemilik lift kaca di Nusa Penida

      Satpol PP siap kirim teguran kedua pemilik lift kaca di Nusa Penida

      Jumat, 27 Februari 2026 0:01

      Konjen Miyakawa ungkap Bali jadi tujuan potensial tur pelajar Jepang

      Konjen Miyakawa ungkap Bali jadi tujuan potensial tur pelajar Jepang

      Rabu, 25 Februari 2026 17:54

      AS ingin bantu RI tingkatkan kunjungan turis di Bali

      AS ingin bantu RI tingkatkan kunjungan turis di Bali

      Rabu, 25 Februari 2026 16:06

      Gubernur Koster prioritaskan lima penataan pariwisata untuk dongkrak daya saing

      Gubernur Koster prioritaskan lima penataan pariwisata untuk dongkrak daya saing

      Rabu, 25 Februari 2026 14:46

      Bandara Bali beroperasi normal setelah terdampak cuaca ekstrem

      Bandara Bali beroperasi normal setelah terdampak cuaca ekstrem

      Selasa, 24 Februari 2026 16:56

  • Fokus Hoax
    • Hoaks! Jokowi sebut Gibran-Kaesang calon Presiden-Wapres 2029

      Hoaks! Jokowi sebut Gibran-Kaesang calon Presiden-Wapres 2029

      Senin, 9 Februari 2026 9:15

      Hoaks! Video Purbaya mengatakan menolak dijadikan wapres

      Hoaks! Video Purbaya mengatakan menolak dijadikan wapres

      Senin, 12 Januari 2026 7:25

      Pakar komunikasi bagikan kiat tak terjebak hoaks pada Pemilu 2024

      Pakar komunikasi bagikan kiat tak terjebak hoaks pada Pemilu 2024

      Minggu, 3 Desember 2023 22:19

      Menkominfo minta masyarakat tak terhasut hoaks soal bentrokan di Bitung

      Menkominfo minta masyarakat tak terhasut hoaks soal bentrokan di Bitung

      Minggu, 26 November 2023 15:28

      Dukungan kurikulum pendidikan jangka panjang diperlukan untuk tangkal hoaks jelang pemilu

      Dukungan kurikulum pendidikan jangka panjang diperlukan untuk tangkal hoaks jelang pemilu

      Rabu, 15 November 2023 21:16

  • Olahraga
    • Air Terjun Kroya dan Pantai Kelingking jadi lokasi Red Bull Cliff Diving 2026

      Air Terjun Kroya dan Pantai Kelingking jadi lokasi Red Bull Cliff Diving 2026

      Kamis, 26 Februari 2026 9:48

      Langkah Juventus terhenti usai kalah agregat duel Galatasaray 5-7

      Langkah Juventus terhenti usai kalah agregat duel Galatasaray 5-7

      Kamis, 26 Februari 2026 7:54

      Ini tim masuk ke 16 besar Liga Champions 2025/26

      Ini tim masuk ke 16 besar Liga Champions 2025/26

      Kamis, 26 Februari 2026 7:38

      Real Madrid melaju 16 besar setelah kalahkan Benfica 2-1

      Real Madrid melaju 16 besar setelah kalahkan Benfica 2-1

      Kamis, 26 Februari 2026 7:36

      Playoff Liga Champions: Inter tersingkir, Newcastle dan Atletico lolos

      Playoff Liga Champions: Inter tersingkir, Newcastle dan Atletico lolos

      Rabu, 25 Februari 2026 8:51

  • Taksu
    • Bupati Bangli minta patroli ditingkatkan jaga keamanan Ramadhan-Nyepi

      Bupati Bangli minta patroli ditingkatkan jaga keamanan Ramadhan-Nyepi

      Kamis, 26 Februari 2026 4:40

      Forkopimda Badung serukan jaga keamanan Nyepi dan Idul Fitri

      Forkopimda Badung serukan jaga keamanan Nyepi dan Idul Fitri

      Selasa, 24 Februari 2026 22:28

      Pemprov Bali berkomitmen lindungi dan perhatikan para Sulinggih

      Pemprov Bali berkomitmen lindungi dan perhatikan para Sulinggih

      Senin, 23 Februari 2026 14:17

      MUI Bali: Idul Fitri berdekatan Nyepi momentum istimewa

      MUI Bali: Idul Fitri berdekatan Nyepi momentum istimewa

      Minggu, 22 Februari 2026 8:28

      Nyepi dan Idul Fitri berdekatan, PHDI Bali tekankan konsep Pawongan

      Nyepi dan Idul Fitri berdekatan, PHDI Bali tekankan konsep Pawongan

      Sabtu, 21 Februari 2026 20:41

  • Artikel
    • Mahasiswa diskusi pembangunan setahun kepemimpinan Koster

      Mahasiswa diskusi pembangunan setahun kepemimpinan Koster

      Jumat, 20 Februari 2026 9:41

      Menyulap sampah plastik jadi BBM

      Menyulap sampah plastik jadi BBM

      Kamis, 5 Februari 2026 18:29

      Menengok produksi kaki palsu yang digarap penyandang disabilitas di Bali

      Menengok produksi kaki palsu yang digarap penyandang disabilitas di Bali

      Selasa, 20 Januari 2026 15:54

      Pertamina Patra Niaga perkuat ekosistem inklusi melalui program Sahabat Disabilitas Ubud

      Pertamina Patra Niaga perkuat ekosistem inklusi melalui program Sahabat Disabilitas Ubud

      Jumat, 5 Desember 2025 16:54

      Mengintip ruang Sidang Majelis Umum PBB, panggung pidato Prabowo

      Mengintip ruang Sidang Majelis Umum PBB, panggung pidato Prabowo

      Minggu, 21 September 2025 19:14

  • Seni dan Hiburan
    • Wartawan Bali gelar pertunjukan seni teater modern

      Wartawan Bali gelar pertunjukan seni teater modern

      Selasa, 24 Februari 2026 5:53

      Para wartawan di Bali sulap kritik sosial jadi teater peringatan bulan bahasa

      Para wartawan di Bali sulap kritik sosial jadi teater peringatan bulan bahasa

      Selasa, 24 Februari 2026 5:27

      Kaka Slank nyanyi lagu "Sial" di konser Mahalini

      Kaka Slank nyanyi lagu "Sial" di konser Mahalini

      Minggu, 15 Februari 2026 8:31

      Panji Pragiwaksono tuntaskan sanksi adat di Toraja

      Panji Pragiwaksono tuntaskan sanksi adat di Toraja

      Kamis, 12 Februari 2026 6:59

      Westlife anggap Indonesia "rumah kedua"

      Westlife anggap Indonesia "rumah kedua"

      Rabu, 11 Februari 2026 8:16

  • Foto
    • Luhut dan Gubernur Koster Rakor Ploting Digitalisasi Bansos berbasis DPI

      Luhut dan Gubernur Koster Rakor Ploting Digitalisasi Bansos berbasis DPI

      Jumat, 27 Februari 2026 6:54

      Banjir belum surut di Desa Kelan, Badung

      Banjir belum surut di Desa Kelan, Badung

      Jumat, 27 Februari 2026 6:49

      Penampakan sampah kiriman di Pantai Kedonganan

      Penampakan sampah kiriman di Pantai Kedonganan

      Jumat, 27 Februari 2026 6:43

      Upaya Bali pulih dari banjir

      Upaya Bali pulih dari banjir

      Kamis, 26 Februari 2026 9:39

      LPS bayarkan klaim penjaminan simpanan BPR yang ijinnya dicabut

      LPS bayarkan klaim penjaminan simpanan BPR yang ijinnya dicabut

      Kamis, 26 Februari 2026 7:55

  • Video
    • Luhut jadikan Bali percontohan digitalisasi pemerintahan

      Luhut jadikan Bali percontohan digitalisasi pemerintahan

      Kamis, 26 Februari 2026 22:37

      Keluhkan sistem drainase, warga asing di Bali kecewa terdampak banjir

      Keluhkan sistem drainase, warga asing di Bali kecewa terdampak banjir

      Kamis, 26 Februari 2026 18:40

      Fungsi Koperasi Merah Putih diperluas jadi ruang aman bagi perempuan

      Fungsi Koperasi Merah Putih diperluas jadi ruang aman bagi perempuan

      Rabu, 25 Februari 2026 15:45

      Brimob Polda Bali evakuasi warga dan wisatawan terjebak banjir di Kuta

      Brimob Polda Bali evakuasi warga dan wisatawan terjebak banjir di Kuta

      Selasa, 24 Februari 2026 15:45

      Cuaca ekstrem, sejumlah wilayah Bali terendam banjir

      Cuaca ekstrem, sejumlah wilayah Bali terendam banjir

      Selasa, 24 Februari 2026 14:37

  • English

Batubulan, desa seni "Tari Barong" bertabur prestasi

Sabtu, 8 Juni 2019 11:13 WIB

Batubulan, desa seni

Kantor Desa Batubulan, Kabupaten Gianyar, Bali (ANTARA/Ni Luh Rhismawati)

Gianyar, Bali (ANTARA) - Wisatawan yang melancong ke Bali pastilah tidak akan melewatkan untuk menonton atraksi tari Barong yang menjadi salah satu ikon tari tradisional khas Pulau Dewata. Tari Barong berlakon Calonarang, tetap setia dipertontonkan kepada turis hampir setiap hari di Desa Batubulan, Kabupaten Gianyar.

Desa Batubulan, desa yang terletak di perbatasan Kabupaten Gianyar dengan Kota Denpasar ini telah dikenal sejak puluhan tahun dengan wisata desanya berkat tari Barong.

Perbekel atau Kepala Desa Batubulan Dewa Gede Sumertha mengatakan, dari dokumen tahun 1937 yang dimiliki desa setempat, di sana disebutkan sekitar tahun 1930-an, pertunjukan tari Barong telah menjadi tontonan dari orang-orang Belanda yang lewat di salah satu pura di Desa Batubulan. “Sejak saat itu, desa kami menjadi dikenal dengan pengembangan seni budayanya,” ujar Sumertha.

Kreativitas masyarakat di bidang seni budaya di Desa Batubulan pada awalnya sangat didukung karena mayoritas warga bergerak di sektor agraris.“Dengan menjadi petani, warga menjadi punya lebih banyak waktu sehingga kreativitas seninya muncul, baik itu seni tari, seni lukis, seni gamelan, dan seni ukir,” tutur pria kelahiran 31 Desember 1957 itu.

Desa yang berjarak sekitar sembilan kilometer dari Kota Denpasar itu memiliki lima “stage” yang posisinya tersebar untuk mementaskan tari Barong setiap hari. Satu “stage” yang cukup terkenal dan ramai dikunjungi wisatawan terletak di depan Pura Puseh Desa Batubulan.

Pementasan Barong untuk kepentingan pariwisata dimulai sekitar tahun 1960-an hingga saat ini. Belakangan, rata-rata sekitar 125 orang wisatawan mancanegara maupun domestik yang menyaksikan tari Barong untuk setiap panggung pementasan.Setiap turis asing harus merogoh kocek 10 dolar AS, sedangkan bagi wisatawan domestik biasanya ada kontrak dengan nominal tertentu untuk jumlah penumpang dalam satu bus rombongan.

Tari Barong yang dipentaskan, akan menampilkan sosok Barong dan Rangda sebagai simbolis pertarungan antara kebajikan dan kebatilan, selain itu akan diwarnai dengan adegan lucu dari sosok kera dan juga tokoh “celuluk” serta sejumlah punakawan. Yang biasanya cukup membuat penonton tegang, pada bagian pementasan yang terakhir ketika sejumlah pemain dengan keris terhunus, menancapkan ujung kerisnya ke tubuh masing-masing dalam keadaan trans atau kerasukan.

“Pentas Barong di Batubulan masih tetap bertahan hingga saat ini berkat promosi dari mulut ke mulut, dan sejumlah biro perjalanan memang menjadikan acara nonton Barong sebagai bagian dari paket wisatanya,” ucapnya.

Dimasukkan menjadi bagian paket wisata karena memang posisi Batubulan yang strategis berada di jalur lintas menuju kawasan wisata di Kawasan Bali Timur, Bali Tengah dan Bali Utara.

Dari pentas tari Barong yang masih lestari dan dipentaskan rutin hingga saat ini, menurut Sumertha telah memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Batubulan.

Tak saja bagi para senimannya yang terlibat langsung (penari dan penabuh gamelan) juga bagi masyarakat yang menjajal peruntungan dengan menjadi pedagang acung ataupun usaha lainnya di sekitar lokasi pementasan.

Meskipun masih rutin ditarikan dari pukul 09.30 hingga 10.30 setiap harinya, Sumertha menyimpan kekhawatiran akan nasib kesenian Barong di desa setempat karena mayoritas pelaku seninya itu mereka yang sudah tidak muda lagi.

“Penari barong lebih banyak tua-tua, sekitar sepertiganya saja anak-anak muda.Generasi muda Batubulan kini lebih melirik sektor jasa pelayanan, industri dan maupun berwirausaha, dan jarang pula yang mau melirik sektor pertanian,” ujarnya.

Masih terkait bidang seni, warga dari Desa Batubulan pada awal 1970-an juga terkenal menjadi pelopor kelompok-kelompok seni yang pentas di hotel-hotel. Desa setempat saat itu memiliki 18 kelompok seni yang kerap membawakan tari Sendratari modern, Joged Bumbung, Sendratari Ramayana, tari Barong dan sejumlah tari tradisional Bali lainnya.

Batubulan masih mendominasi suguhan hiburan seni ke sejumlah hotel di Kawasan wisata Kuta dan Nusa Dua, Kabupaten Badung hingga menjelang tahun 2000-an, sebelum akhirnya jumlah kelompok seni menyusut karena mendapat saingan kelompok-kelompok seni dari daerah lain di luar Batubulan.

Kepala Desa Batubulan Dewa Gede Sumertha (ANTARA/Ni Luh Rhismawati)

Padat Penduduk

Desa Batubulan rupanya tak hanya fokus di bidang seni, hal ini dibuktikan dengan sejumlah prestasi yang telah ditorehkan. Desa yang berada di sisi paling barat Kabupaten Gianyar itu pernah menyabet Juara I dalam Lomba Desa tingkat Kabupaten Gianyar pada 2014, kemudian meraih Juara III dalam Lomba Desa tingkat Provinsi Bali pada tahun yang sama.

Selanjutnya, pada 2015, Batubulan menjadi pemenang untuk lomba Posyandu tingkat Provinsi Bali. Untuk di tingkat nasional, Batubulan pun tak dapat dipandang sebelah mata karena pada 2012 menjadi Juara I tingkat Nasional untuk penilaian Kelompok Sadar Wisata.

Meskipun berhasil meraih sejumlah prestasi yang membanggakan, Desa Batubulan bukan berarti tidak menghadapi tantangan. Menurut Sumertha, tantangan yang utama dari sisi kepadatan jumlah penduduk karena termasuk dalam desa yang terpadat di Kabupaten Gianyar.

Dengan luas wilayah sekitar 6,44 kilometer persegi, Batubulan memiliki penduduk sebanyak 22.754 jiwa dari 5.522 kepala keluarga. Desa dengan topografi dataran rendah yang berada di Kecamatan Sukawati, Gianyar, tersebut terdiri dari 16 banjar (dusun).

“Tantangan kami dengan jumlah penduduk yang banyak seperti ini terutama soal tertib administrasi kependudukan,” ujar Sumerta yang juga pensiunan PNS itu.

Pihak desa dengan total jumlah personel 13 orang (termasuk kepala desa) setiap harinya melayani hingga 30 surat keterangan yang berimplikasi hukum. Bahkan belum setengah hari saja, kadang sudah delapan orang yang mengajukan Izin Mendirikan Bangunan.

Untuk satu permohonan IMB, lanjut dia, penanganannya bisa berhari-hari karena harus mengecek langsung ke lapangan dan memastikan para penyanding agar jangan sampai terjadi persoalan di kemudian hari.

“Kan siapa tahu ada yang kesulitan untuk mencari penyanding, lalu ditandatangani sendiri oleh yang mengajukan IMB,” ucapnya.Di samping itu, ada juga warga yang mengaku rencana membangun rumah satu lantai, tetapi ujung-ujungnya rumah yang dibangun dua lantai.Hal-hal seperti ini bisa memunculkan masalah antarwarga, apalagi jika penyanding itu rumahnya tidak bertingkat dan posisi bangunan sucinya juga di bawah.

Persoalan lainnya dari sisi infrastruktur yakni dengan wilayah desa yang luas, tetapi akses jalan dengan kondisinya banyak yang sempit. Bahkan, kata Sumertha, ada satu gang di Desa Batubulan yang lebarnya hanya bisa dilalui satu kendaraan roda empat, sementara di gang tersebut ada 275 kepala keluarga.

“Bayangkan kalau sampai ada rumah di ujung gang yang terbakar, bagaimana pemadam kebakaran akan masuk untuk memberikan pertolongan,” katanya.Tantangan berikutnya terkait mengenai pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan terutama saat musim penghujan.

Anggaran Rp5,77 Miliar

Guna mendukung berbagai program pembangunan dan pemberdayaan di Desa Batubulan, untuk tahun 2019 dialokasikan anggaran mencapai Rp5,77 miliar lebih.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa sebesar itu, sumber pendapatannya diantaranya dari Dana Desa sebesar Rp855,21 juta, Alokasi Dana Desa (Rp1,20 miliar), Bagi Hasil Pajak (Rp1,51 miliar), Bagi Hasil Retribusi (Rp260,85 juta), Bantuan Keuangan Khusus (Rp1,80 miliar), BKK Kabupaten (Rp63 juta), Pendapatan Asli Desa (Rp35 juta) dan Pendapatan Lain-Lain (Rp40 juta).

Peruntukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Batubulan tersebut jika dibagi untuk masing-masing, yang terbesar atau sekitar 40 persen (Rp2,32 miliar) dimanfaatkan di bidang pembinaan kemasyarakatan, kemudian bidang penyelenggaraan pemerintahan desa sebesar 36 persen (Rp2,06 miliar),

Selanjutnya sebesar 20 persen untuk bidang pelaksanaan pembangunan desa (Rp1,14 miliar), bidang pemberdayaan 3,8 persen (Rp222,9 juta) dan sisanya untuk bidang penanggulangan bencana atau keadaan darurat dan mendesak (Rp10 juta).

Desa Batubulan juga memiliki keistimewaan di bidang pendidikan karena mengelola dua sekolah, yakni SMP Sila Chandra dan juga SMK Pariwisata Sila Chandra. “Sehingga jangan heran kalau setiap perayaan Hari Kemerdekaan Proklamasi 17 Agustus, desa kami juga menggelar apel bendera, lengkap dengan Paskibrakanya,” ucapnya.

Paskibraka yang bertugas itu sebelumnya juga telah melalui proses seleksi dan mendapatkan gemblengan dari pihak-pihak terkait, termasuk dilakukan pengukuhan layaknya seperti Paskibraka Daerah.

Yang tak kalah menarik, setiap tahun, Desa Batubulan menggelar Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) yang berlangsung dengan meriah. Porseni ini diikuti berbagai kelompok usia dari anak-anak, remaja, hingga dewasa. Terkait dengan pelestarian tradisi, dalam Porseni biasanya berisi lomba baleganjur, lomba pakaian adat ke pura, lomba membuat penjor, lomba melukis dan sebagainya.

Untuk bidang seni pun tak melulu melombakan tari-tari tradisi, juga melombakan “dance” kekinian yang biasanya peserta itu dari ibu-ibu PKK. “Kegiatan Porseni yang digelar setiap bulan Agustus itu, diawali dengan pawai budaya yang berlangsung semarak, tak kalah dengan pawai budaya di tingkat kabupaten,” ujar Dewa Sumertha.

Program Kesehatan

Berbagai inovasi telah dilakukan Desa Batubulan untuk memajukan daerah setempat, sekaligus membawa masyarakatnya lebih sejahtera. Dewa Sumertha mencontohkan penggunaan dana desa yang telah dimanfaatkan untuk program kesehatan, penataan pasar kuliner yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), hingga pemasangan paving pada sejumlah gang di wilayah Batubulan.

“Penggunaan dana desa dari tahun ke tahun telah diatur melalui Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi hanya untuk dua bidang saja, yakni untuk pembangunan dan pemberdayaan,” ucapnya.

Oleh karena itu, pihaknya kemudian memprioritaskan penggunaan dana desa untuk penataan pasar kuliner dan kebutuhan dasar masyarakat di bidang kesehatan.

Khususnya di bidang kesehatan, program inovasi yang telah dilakukan dengan pencanangan Gerakan Masyarakat Pemberantasan Sarang Nyamuk (Geram PSN) pada April 2016 yang dirangkaikan dengan pembentukan kader PSN di masing-masing banjar (dusun) sebanyak 3 orang dari 18 banjar termasuk banjar tempekan.

Sebelum turun ke masyarakat, semua kader PSN diberikan penyegaran terhadap kemampuan kader untuk melaksanakan tugas di lapangan. “Kader tidak saja memantau keberadaan jentik di masing-masing rumah, juga dibekali dengan pengetahuan tambahan bagaimana masyarakat teredukasi dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui 3M dan selalu melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) karena ini menyangkut modal dasar untuk menjaga kesehatan.

Masih di bidang kesehatan, dana desa juga digunakan untuk mendukung kegiatan 20 Posyandu berupa pemberian makanan tambahan (PMT) kepada balita, untuk mengantisipasi balita yang sampai stunting.

Sementara itu, inovasi di bidang pembangunan dari pemanfaatan dana desa telah digunakan untuk pemasangan paving pada sejumlah gang di wilayah Batubulan.

"Kami juga manfaatkan penataan lingkungan pasar kuliner desa yang dikelola oleh BUMDesa Sila Chandra Batubulan,” katanya.

Pertahankan Subak

Perkembangan zaman dan era global serta meningkatnya kebutuhan lahan permukiman, mau tidak mau telah berpengaruh pada kehidupan warga Batubulan yang awalnya bergerak di sektor agraris.Tak jauh berbeda dengan daerah lainnya, warga Batubulan telah banyak meninggalkan profesi sebagai petani.

Menurut Kepala Desa Batubulan Dewa Gede Sumertha, lahan pertanian di desa itu kini yang tersisa hanya tinggal sekitar 210 hektare. Itupun tersebar lokasinya ada di bagian selatan, timur dan barat laut desa.Lahan pertanian yang tergolong utuh ada di sisi barat laut desa.

Mengapa di sisi barat laut Desa Batubulan lahan pertaniannya utuh?Penyebabnya karena telah ada dasar berupa “perarem” atau kesepakatan dari warga subak untuk tidak mengalihfungsikan lahan pertanian menjadi bangunan. Boleh saja menjual tanah pertanian, asalkan tetap dipertahankan sebagai sawah. Dengan adanya “perarem” tersebut, lahan sawah yang luasnya sekitar 44 hektare di daerah itu bisa tetap dipertahankan, dengan hasil produksinya berupa padi.

Suami dari Gusti Agung Sri Widyawati ini tidak memungkiri penyebab warga Batubulan meninggalkan sektor pertanian karena mungkin menjadi petani tidak lagi dianggap sebagai pekerjaan yang menjanjikan.

Penghasilan yang diperoleh tidak tetap, belum lagi adanya ancaman berbagai penyakit tanaman yang berdampak merugikan hasil panen.Oleh karena itu, warga Desa Batubulan kini lebih banyak yang bekerja di sektor jasa, dengan membuka usaha sendiri ataupun bekerja di instansi swasta.

Sebagai salah satu desa seni, Batubulan juga terkenal sebagai salah satu pusat kerajinan batu padas.“Sekarang masih ada tiga sentra kerajinan batu padas,” kata Sumertha yang menjabat sebagai kepala desa sejak 24 Mei 2013.

Batu padas yang dijadikan kerajinan, bukanlah berasal dari galian C tetapi para perajin merekayasa campuran pasir, semen, dan sisa-sisa paras yang dibentuk menjadi sejumlah patung. Warga Batubulan pun ada yang menggeluti usaha menjual rumah ukiran Bali untuk dijual ke luar daerah, selain ada sejumlah warga yang menggeluti profesi sebagai perajin perhiasan perak dan seni lukis. (KR-LHS)

Pewarta: Ni Luh Rhismawati
Editor : I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.



  • Whatsapp
  • facebook
  • twitter
  • email
  • pinterest
  • print

Berita Terkait

Badan Usaha Milik Desa Jembrana diminta inovatif

Badan Usaha Milik Desa Jembrana diminta inovatif

29 Maret 2021 16:58

Geliat pariwisata "desa nelayan" Padangbai-Bali

Geliat pariwisata "desa nelayan" Padangbai-Bali

13 Juni 2019 15:11

Peliatan jadi teladan kelola Dana Desa

Peliatan jadi teladan kelola Dana Desa

13 Juni 2019 14:43

Desa Mengwitani pertahankan pertanian

Desa Mengwitani pertahankan pertanian

13 Juni 2019 14:40

Bupati Jembrana Minta BUMDES Inovatif

Bupati Jembrana Minta BUMDES Inovatif

26 April 2015 17:51

Pengelola Desa Wisata Dituntut Inovatif

Pengelola Desa Wisata Dituntut Inovatif

13 Mei 2012 08:53

Desa di IKN ubah bekas tambang batubara jadi wisata unggulan

Desa di IKN ubah bekas tambang batubara jadi wisata unggulan

9 Agustus 2024 06:52

Pemkab Jembrana fokus kakao dan kelapa jadi komoditi unggulan

Pemkab Jembrana fokus kakao dan kelapa jadi komoditi unggulan

2 Agustus 2024 19:21

Terpopuler

Kedubes AS relokasi konsuler di Bali ke Jimbaran untuk perkuat kemitraan dengan RI

Kedubes AS relokasi konsuler di Bali ke Jimbaran untuk perkuat kemitraan dengan RI

BPBD: Ada dua kejadian dampak hujan sehari penuh di Bali

BPBD: Ada dua kejadian dampak hujan sehari penuh di Bali

Pansus gelar rapat tertutup, kebut penyelesaian dugaan pelanggaran tata ruang

Pansus gelar rapat tertutup, kebut penyelesaian dugaan pelanggaran tata ruang

Bupati Buleleng serahkan Rp13,8 miliar hibah ke desa adat dan subak

Bupati Buleleng serahkan Rp13,8 miliar hibah ke desa adat dan subak

Pemprov Bali berkomitmen lindungi dan perhatikan para Sulinggih

Pemprov Bali berkomitmen lindungi dan perhatikan para Sulinggih

Top News

  • Luhut dan Gubernur Koster Rakor Ploting Digitalisasi Bansos berbasis DPI

    Luhut dan Gubernur Koster Rakor Ploting Digitalisasi Bansos berbasis DPI

    1 jam lalu

  • Banjir belum surut di Desa Kelan, Badung

    Banjir belum surut di Desa Kelan, Badung

    1 jam lalu

  • Penampakan sampah kiriman di Pantai Kedonganan

    Penampakan sampah kiriman di Pantai Kedonganan

    2 jam lalu

  • Kepolisian Gianyar selidiki temuan potongan tubuh manusia di Pantai Ketewel

    Kepolisian Gianyar selidiki temuan potongan tubuh manusia di Pantai Ketewel

    2 jam lalu

  • BI identifikasi peluang digitalisasi untuk tingkatkan PAD Jembrana

    BI identifikasi peluang digitalisasi untuk tingkatkan PAD Jembrana

    12 jam lalu

Antara News bali
bali.antaranews.com
Copyright © 2026
  • Top News
  • Terkini
  • RSS
  • Twitter
  • Facebook
  • Updates
  • Business
  • Education
  • Tourism
  • Fokus Hoax
  • Sports
  • Taksu
  • Spectrum
  • Entertainment
  • Ketentuan Penggunaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman
  • Kebijakan Privasi
  • BrandA
  • ANTARA Foto
  • Korporat
  • PPID
  • www.antaranews.com
  • Antara Foto
  • IMQ
  • Asianet
  • OANA
notification icon
Dapatkan Berita Terkini khusus untuk anda dengan mengaktifkan notifikasi Antaranews.com