Denpasar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Bali siap membantu Kantor Wilayah Hukum dan HAM Bali untuk membangun rumah tahanan dan lembaga pemasyarakatan yang baru, karena warga binaan di Lapas Kerobokan Kelas IIA sudah melebihi kapasitas.

"Pemprov Bali akan membantu mencarikan tempatnya yang lebih luas, sehingga dapat memperlakukan warga binaan secara bermartabat," kata Gubernur Bali, I Wayan Koster, di Lapas Kerobokan Kelas IIA Denpasar, Sabtu.

Setelah mengelilingi beberapa ruang tahanan di Lapas setempat, Koster menilai tempat tidur para tahanan atau warga binaan memiliki ruangan sanagt kecil, dimana satu ruangan ada yang berempat orang atau lebih dengan sekat kecil yabg bertingkat.

Selain itu, untuk kebutuhan sehari-hari juga kurang memadai, sehingga Koster akan mencoba bertemu dan berkomunikasi dengan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly terkait masalah kelebihan kapasitas penghuni di Lapas Kerobokan yang juga dekat dengan pemukiman penduduk.

"Saya akan mencoba bertemu bapak menteri agar membuat skema untuk relokasi, karena tempat ini sudah tidak layak dan dekat perumahan penduduk dan wilayah krodit di kawasan menuju Kuta," ujar Koster.

Perlu adanya rencana relokasi Lapas Kerobokan, karena lokasi Lapas terlalu dekat dengan daerah wisata, jadi akan dicarikan daerah yang jauh dari keramaian dan udaranya agak dingin.

Terkait kapan rencana Lapas Kerobokan akan direlokasi, Koster mengatakan masih mencari tempat dahulu yang tidak krodit dan jauh dari pemukiman masyarakat.

"Jadi kalau ada Lapas baru juga harus ada rutan baru. Karena untuk di Bali belum ada rutan, ini yang kita fikirkan. Mengingat banyak tahanan yang masih dalam proses penyidikan dan belum ada putusan inkarak dari hakim banhak yang dititip di Lapas Kerobokan," ujar Koster.

Ia mengatakan, walau pun mereka adalah warga binaan yang ditahanan, tetapi juga harus memperlakukan mereka secara bermartabat.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali, Sutrisno menyambut baik atas dukungan Pemprov Bali yang ikut mendukung rencana relokasi Lapas Kerobokan.

"Ini hal yang mengembirakan dengan kehadiran Gunernur Bali, sehingga lebih mengetahui situasi di Lapas Kerobokan, sehingga beliau bisa membantu dari segi dukungan moril dan materiil maupun mendukung kami dalam mengajukan sesuatu," ujar Sutrisno.

Menurut dia, penghuni Lapas Kerobokan yang telah dinyatakan bersalah atau divonis inkrak oleh hakim kurang lebih 800 orang. Sisanya masih berstatus terdakwa yang masih proses persidangan.

"Jadi tadi pak gubernur mengatakan akan membantu menyiapkan lahan untuk pembangunan Rutan. Jadi kami akan mengajukan kepada pimpinan untuk pengajuan rutan ini, mudah-mudahan bapak Gubernur siap membantu," katanya.

Menurut dia, ideal luas lahan untuk membangun rutan baru kurang lebih satu hektare tanah dan diharapkan pembangunan dapat dilakukan secepatnya dan direncanakan secara detail maupun biayanya.

Pewarta: I Made Surya Wirantara Putra
Editor : Edy M Yakub

COPYRIGHT © ANTARA 2026