Denpasar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menghidupkan kembali jiwa perjuangan Presiden ke-1 RI Ir Soekarno lewat lomba-lomba kreatif sebulan penuh pada Bulan Bung Karno 2026.
“Tema tahun ini Kawya Atma Kerthi atau Meraya Jiwa Proklamator, tema ini mengajak kita semua tidak hanya mengenang Bung Karno sebagai tokoh sejarah, tetapi menghadirkan kembali jiwa perjuangannya sebagai energi yang hidup dalam pikiran, sikap, dan tindakan kita sehari-hari,” kata Gubernur Bali Wayan Koster di Denpasar, Senin.
Sejalan dengan tema tersebut, Pemprov Bali mengaktualisasikan nilai-nilai ajaran Bung Karno dalam kehidupan nyata berbagai lomba kreatif edukatif seperti lomba cipta dan baca puisi bertema Proklamator Bung Karno, serta lomba pidato bertema Bung Karno Bapak Bangsa.
“Partisipasi dalam kegiatan ini terbuka luas bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk para pelajar dan mahasiswa se-Bali, melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh ruang ekspresi sekaligus refleksi generasi muda dalam memahami dan mengaktualisasikan nilai-nilai perjuangan Bung Karno,” ujar Koster.
Menurut Gubernur, Presiden Soekarno menaruh perhatian dan kekaguman yang mendalam terhadap Bali sebagai ruang hidup kebudayaan yang utuh, tempat nilai spiritual, tradisi dan kehidupan sosial yang berpadu secara harmonis.
Pada kegiatan itu juga turut digelar lomba tari Teruna Jaya yang diikuti oleh pelajar tingkat SMP dan SMA se-Bali.
“Tari Teruna Jaya merupakan warisan seni tari Bali yang lahir dari ekspresi jiwa kepemudaan, dinamis, penuh semangat, dan sarat dengan keberanian dalam mengekspresikan jati diri,” ucap Gubernur Bali.
Pemprov Bali menjadikan Bulan Bung Karno ruang batin untuk merawat ingatan kolektif bangsa, warisan jiwa yang berani bermimpi besar, berpikir melampaui zamannya, dan bertindak demi kepentingan rakyat ingin dikenalkan kepada generasi muda.
Sejarah mencatat, jalan perjuangan Bung Karno ditempa oleh tekanan, penjara, dan pengasingan, namun dari sana justru lahir gagasan besar tentang Indonesia merdeka, sehingga hari ini sosok Soekarno menjadi sumber inspirasi yang hidup dalam kesadaran masyarakat.
Koster mengatakan Pemprov Bali sendiri menggunakan nilai-nilai sang proklamator dalam pembangunan Bali, yaitu berakar pada kearifan lokal dan berorientasi masa depan.
Ini mengapa Gubernur mengajak agar nilai-nilai tersebut tidak hanya dikenang atau direalisasikan pada program pemerintah, namun hidup dalam tindakan nyata di masyarakat.
“Dengan semangat itulah, Bali tidak hanya akan bertahan, melainkan terus bertumbuh sebagai pusat kebudayaan yang berakar kuat sekaligus memberi makna bagi dunia, kita melangkah bersama merawat kesinambungan warisan leluhur, serta meneguhkan arah masa depan Bali yang ajeg, berdaulat, dan bermartabat,” tuturnya.
Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026