Denpasar (Antara Bali) - Memasuki hari ke-20 Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-33, duta seni Kabupaten Karangasem dijadwalkan tampil berhadapan dengan grup kesenian Kota Denpasar dalam parade gong kebyar anak-anak di Taman Budaya Denpasar, Kamis malam.

Sanggar Miniartis Amlapura, Kabupaten Karangasem, daerah ujung timur Pulau Dewata, berhadapan dengan sekaa atau grup gong Satya Dharma Kumara Banjar Puseh Kangin, Desa Sanur Kauh, Kota Denpasar, di panggung terbuka Ardha Candra selama tiga jam, 20.00-23.00 Wita.

Panitia PKB I Wayan Dauh menjelaskan, parade gong kebyar anak-anak merupakan salah satu dari tujuh jenis aktivitas seni memeriahkan PKB yang berlangsung sejak pagi, siang, sore hingga malam hari.

Kegiatan lainnya adalah penampilan kesenian rekonstruksi joged Gandrungan dari Desa Pekraman Pangotan, Kabupaten Bangli. Kesenian klasik itu tampil di panggung Angsoka selama dua jam, pukul 11.00-13.00 Wita.

Sementara kesenian Taman Penasar oleh Sekaa Pesantian Pemerintah Provinsi Bali dijadwalkan tampil di wantilan Taman Budaya Denpasar selama dua jam, pukul 11.00-13.00 Wita.

Demikian pula kesenian rekonstruksi sekaa gong pelegongan Padma Gita Banjar Bengkel, Desa Sumerta, Kota Denpasar, tampil di panggung Ayodya selama dua jam, pukul 11.00-13.00 Wita.

Wayan Dauh menambahkan, parade topeng perembon sekaa topeng Desa Pikat Dawan, Kabupaten Klungkung, tampil di panggung Ratna Kanda, selama dua jam, pukul 16.00-18.00 Wita.

Sementara parade wayang kulit tradisi oleh seniman Dalang Gede Sugiantara dari Sekaa Wayang Gita Pararta, Desa Tejakula, Kabupaten Buleleng, tampil di wantilan Taman Budaya Denpasar selama dua jam, pukul 20.00-22.00 Wita.

Guna memeriahkan pesta seni itu, juga dilakukan pemutaran film dokumenter hasil seleksi tim juri festival film dokumenter Bali (FFDB).

Selama sebulan pelaksanaan PKB sejak 10 Juni lalu, diisi 334 kali pementasan berbagai jenis kesenian, termasuk peranserta dari tujuh tim kesenian mancanegara dan tim kesenian 16 provinsi di Indonesia.

Lima kegiatan PKB selain pementasan, adalah pawai budaya, perlombaan, sarasehan, festival film dokumenter serta pemasaran hasil industri kecil dan kerajinan rumah tangga, tutur Wayan Dauh.(*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026