Pemprov Bali Bantu Promosi Festival Indonesia di Moskow

Pemprov Bali Bantu Promosi Festival Indonesia di Moskow

Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat menerima Duta Besar RI untuk Rusia M Wahid Supriyadi, di Denpasar. (Antara Bali Via Humas Pemprov Bali/wdy/2017)

Denpasar (Antara Bali) - Pemerintah Provinsi Bali menyatakan siap untuk membantu materi promosi pelaksanaan Festival Indonesia di Moskow, Rusia, pada 2018, sekaligus untuk memperkenalkan berbagai produk dari Pulau Dewata.

"Kami punya banyak bahan promosi berupa film seperti yang dibuat oleh Bappeda, Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Biro Humas dan Protokol," kata Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat menerima Duta Besar RI untuk Rusia M Wahid Supriyadi, di Denpasar, Senin.

Selain bahan promosi berupa film, lanjut dia, juga ada bahan promosi berupa brosur, leaflet dan sebagainya. "Kami harapkan para pengusaha di Bali bisa memanfaatkan momentum ini untuk mempromosikan produknya," ucapnya.

Kesempatan tersebut, sekaligus dimanfaatkan Pastika untuk menjelaskan kondisi pariwisata dengan adanya kemungkinan potensi bencana Gunung Agung, Kabupaten Karangasem.

Pastika memastikan wisatawan Rusia masih bisa datang ke Bali dan menikmati banyak destinasi wisata di Pulau Dewata.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Rusia M Wahid Supriyadi mengatakan volume perdagangan Indonesia dengan Rusia tahun ini meningkat sebesar 33 persen. Selain itu, kunjungan wisatawan Rusia juga meningkat sebesar 52 persen.

Hal ini, ujar Supriyadi, ditengarai dampak dari diselenggarakannya Festival Indonesia di Moskow tahun lalu. Tahun ini, Kedutaan Besar RI di Rusia baru saja menggelar Festival Indonesia di Moskow, Rusia pada Agustus 2017 yang tidak kalah sukses dengan tahun sebelumnya.

"Tahun depan, kita akan pindah lokasi karena banyak peserta yang belum terakomodasi," kata Supriyadi sembari menambahkan bahwa Festival Indonesia Moskow tahun 2018 akan dilaksanakan di lahan seluas 18 hektare dengan target pengunjung 120 ribu orang.

Supriyadi mengakui Bali masih menjadi magnet utama bagi wisatawan Rusia yang datang ke Indonesia. Sayangnya rencana penerbangan langsung Garuda Indonesia yang direncanakan Agustus tahun ini, belum terealisasi.

Padahal menurutnya potensi peningkatan kunjungan lebih besar mengingat kondisi stabilitas di beberapa negara yang biasanya menjadi kunjungan turis Rusia sedang tidak terlalu baik.

Di sisi lain, salah satu potensi yang dinilainya bisa dimanfaatkan pengusaha lokal adalah permintaan kopi yang tinggi di Rusia. "Ngopi bagian dari `lifestyle di sana. Apalagi kopi Bali juga cukup terkenal di dunia," ujarnya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut anggota DPR RI Tutik Kusumawardani, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha, Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi Bali Jayadi Jaya, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Dewa Mahendra Putra, Ketua DPD Organda Bali, Wakil Ketua Kadin Bali, Ketua Kadin Denpasar dan Kadin Buleleng. (WDY)