Menpar: Hotel di Bali Siapkan Diskon Darurat Agung

Menpar: Hotel di Bali Siapkan Diskon Darurat Agung

Menteri Pariwisata Arief Yahya (tengah), Direktur Utama PT ITDC Abdulbar M Mansoer (kiri) dan Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta menghadiri pembukaan Pesona Mandiri Nusa Dua Fiesta 2017 di Badung, Bali. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/wdy/2017)

Denpasar (Antara Bali) - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan beberapa perhotelan di Bali siap memberikan diskon bagi wisatawan sebagai salah satu skenario jika Gunung Agung (3142 mdpl) erupsi yang berdampak terhadap penutupan bandara.

"Jika erupsi, orang-orang itu relatif ingin cepat pulang. Skenarionya diskon besar harus diberikan saat awal kejadian sehingga orang tidak pada berebut untuk pulang," katanya setelah melakukan pertemuan dengan pelaku pariwisata di Bali Tourism Board (BTB) Denpasar, Rabu.

Arief mengimbau pelaku perhotelan memberikan diskon minimal 50 persen bagi wisatawan dengan skenario bahwa saat itu wisatawan tengah berlibur di Bali ketika terjadi erupsi.

Beberapa pelaku perhotelan, lanjut dia, bahkan siap memberikan potongan harga 75 persen bahkan 100 persen dengan skenario yang diterapkan seperti memberikan potongan harga 100 persen pada hari pertama, kemudian 80 persen hingga besaran menurun pada hari berikutnya.

Pemberian diskon tersebut, kata dia, diberikan hingga wisatawan tersebut dapat diantarkan atau diseberangkan ke provinsi tetangga Bali untuk kemudian melanjutkan perjalanan melalui bandara terdekat yang tidak terdampak.

Diskon tersebut diberikan kepada wisatawan nusantara dan mancanegara. Namun, wisatawan nusantara lebih cepat untuk diseberangkan ke daerah lain.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan Organda Bali untuk penyiapan 700 armada bus untuk membawa wisatawan yang ingin melanjutkan perjalanan menggunakan jalur darat atau laut.

Sebanyak 10 bandara alternatif juga disiapkan apabila Gunung Agung erupsi seperti Bandara Soekarno Hatta Jakarta, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Blimbingsari Banyuwangi, Bandara Adi Sumarmo Solo, Bandara Lombok, Bandara Komodo Labuan Bajo, Bandara Hassanudin Makassar dan Bandara Sepinggan Balikpapan.

Dua bandara lainnya berada di wilayah utara Indonesia yakni Bandara Sam Ratulangi Manado dan Bandara Pattimura Ambon.

Selain diskon dari perhotelan, Arief juga mengimbau diskon diberikan oleh pengelola atraksi wisata dan maskapai penerbangan.

"Beberapa `airline` sudah memberikan dukungan satu hari `free` jika dia mengunakan `airline` itu," imbuhnya.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas terkait upaya komunikasi publik melalui media berbayar hingga memanfaatkan media sosial termasuk menggunakan wisatawan yang membagikan pengalaman liburan yang tetap aman di Bali atau "endorser" meskipun darurat Gunung Agung.

Untuk upaya komunikasi publik tersebut, lanjut dia, diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp5 miliar untuk menangkal berita "hoax" dengan asumsi jangka waktu hingga tiga bulan.

Secara umum Menpar menyakinkan bahwa pemerintah baik pusat dan daerah bersama kalangan pariwisata sudah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif termasuk skenario akses, akomodasi hingga titik kumpul untuk memudahkan koordinasi.

"Kami masih mengundang wisatawan, selamat datang di Bali. Tidak perlu ragu-ragu. Yang tidak boleh itu mengunjungi zona merah, " ucap Arief. (WDY)