Gubernur Pastika Kirimkan Bantuan Keluarga Kurang Mampu

Gubernur Pastika Kirimkan Bantuan Keluarga Kurang Mampu

Kepala Seksi Publikasi Media Cetak Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Nyoman Darsana saat menyerahkan bantuan dari Gubernur Bali Made Mangku Pastika di Bangli. (Antara Bali Via Humas Pemprov Bali/wdy/2017)

Bangli (Antara Bali) - Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengirimkan bantuan untuk keluarga Wayan Simpen asal Desa Peninjoan, Kabupaten Bangli, yang termasuk keluarga kurang mampu dengan pekerjaan sebagai buruh angkut kayu.

"Dalam kesempatan ini, kami menyerahkan bantuan sementara dari Gubernur Bali berupa sejumlah uang tunai guna membiayai sementara kebutuhan sekolah kedua bersaudara Kadek Ngetis dan Komang Lastriani," kata Kepala Seksi Publikasi Media Cetak Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Nyoman Darsana saat menyerahkan bantuan tersebut di Bangli, Senin.

Sedangkan terkait bantuan lainnya, ujar Darsana, akan dikoordinasikan dengan instansi terkait. Melalui kesempatan itu, juga diharapkan dapat menggugah rasa kepedulian masyarakat terhadap sesama yang membutuhkan.

Saat tim menyambangi ke lokasi, terlihat kondisi rumah Simpen yang terdiri atas tiga bangunan yang semuanya bertembok anyaman bambu dan berlantai tanah.

Salah satu bangunan yang dimanfaatkan sebagai dapur sekaligus sebagai tempat tidur, anggota keluarga Simpen harus tidur berdesakan dalam satu ruangan yang sempit.

Simpen memiliki tiga anak, Wayan Bagia (18) yang paling sulung terpaksa harus putus sekolah usai tamat SMP, dan memutuskan membantu orang tuanya mencari penghidupan dengan menjadi buruh angkut kayu.

Wayan Simpen (40) beserta istrinya Made Suharini (35) juga berprofesi yang sama sebagai buruh angkut kayu, pekerjaan tidak tetap dengan dengan penghasilan tidak tetap pula. Upah yang diterima hanya cukup untuk memenuhi biaya hidup sehari-hari.

Sementara itu, Kepala Dusun Pulasari Kangin Ketut Wika mengatakan keluarga Wayan Simpen yang sebelumnya masuk dalam daftar Rumah Tangga Sasaran (RTS), saat ini sudah tidak masuk lagi, karena keadaan ekonomi keluarga yang bersangkutan dirasa sudah meningkat.

Menurut dia, ada beberapa warga di dusun tersebut keadaannya masih ada yang lebih parah dari keluarga Simpen.

Terkait bantuan resmi dari pemerintah, menurutnya sudah dimiliki keluarga Simpen seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) serta bantuan beasiswa miskin. (WDY)