• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Antara News bali
Minggu, 15 Februari 2026
Antara News bali
Antara News bali
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Nasional
    • Wapres Gibran dorong subsidi bagi pedagang pasar guna tekan inflasi

      Wapres Gibran dorong subsidi bagi pedagang pasar guna tekan inflasi

      Jumat, 13 Februari 2026 21:10

      Tinjau SPPG Polri Palmerah, Prabowo minta menu MBG disajikan hangat

      Tinjau SPPG Polri Palmerah, Prabowo minta menu MBG disajikan hangat

      Jumat, 13 Februari 2026 13:54

      Kemenimipas dukung penuh LKBN ANTARA bangun jaringan pemberitaan global

      Kemenimipas dukung penuh LKBN ANTARA bangun jaringan pemberitaan global

      Kamis, 5 Februari 2026 18:48

      Menkomdigi jelaskan peran strategis ANTARA dalam komunikasi publik pemerintah

      Menkomdigi jelaskan peran strategis ANTARA dalam komunikasi publik pemerintah

      Rabu, 4 Februari 2026 20:07

      Menkomdigi tegaskan humas pemerintah penentu reputasi negara

      Menkomdigi tegaskan humas pemerintah penentu reputasi negara

      Rabu, 4 Februari 2026 17:03

  • Updates
    • Ribuan anak muda rayakan HUT Denpasar dengan berlari

      Ribuan anak muda rayakan HUT Denpasar dengan berlari

      Sabtu, 14 Februari 2026 12:01

      Denpasar diprakirakan hujan ringan Sabtu ini

      Denpasar diprakirakan hujan ringan Sabtu ini

      Sabtu, 14 Februari 2026 7:29

      Pemkab Jembrana komit selesaikan hutang RSU Negara Rp33 miliar lebih

      Pemkab Jembrana komit selesaikan hutang RSU Negara Rp33 miliar lebih

      Jumat, 13 Februari 2026 21:41

      Bupati Badung: Pejabat baru harus profesional dan jaga integritas

      Bupati Badung: Pejabat baru harus profesional dan jaga integritas

      Kamis, 12 Februari 2026 20:59

      DPRD Bali rampungkan 17 Raperda di 2025 dan siap mulai Propemperda

      DPRD Bali rampungkan 17 Raperda di 2025 dan siap mulai Propemperda

      Kamis, 12 Februari 2026 15:05

  • Ekonomi
    • Pemkab Jembrana adakan pasar murah jelang Ramadhan

      Pemkab Jembrana adakan pasar murah jelang Ramadhan

      Minggu, 15 Februari 2026 14:50

      Harga emas UBS nyaris tembus Rp3 juta per gram Minggu pagi

      Harga emas UBS nyaris tembus Rp3 juta per gram Minggu pagi

      Minggu, 15 Februari 2026 8:29

      Pertamina tambah 75 persen LPG subsidi jelang Imlek dan Ramadan

      Pertamina tambah 75 persen LPG subsidi jelang Imlek dan Ramadan

      Sabtu, 14 Februari 2026 19:43

      Bandara Ngurah Rai proyeksikan layani 438 ribu penumpang saat libur Imlek

      Bandara Ngurah Rai proyeksikan layani 438 ribu penumpang saat libur Imlek

      Sabtu, 14 Februari 2026 16:28

      Sabtu ini harga emas di Pegadaian kisaran Rp2,9 jutaan per gram

      Sabtu ini harga emas di Pegadaian kisaran Rp2,9 jutaan per gram

      Sabtu, 14 Februari 2026 7:32

  • Humaniora
    • BMKG: Ada 392.777 kali sambaran petir di Bali selama Januari 2026

      BMKG: Ada 392.777 kali sambaran petir di Bali selama Januari 2026

      Minggu, 15 Februari 2026 13:14

      Wali Kota Denpasar klarifikasi soal penonaktifan BPJS Kesehatan PBI

      Wali Kota Denpasar klarifikasi soal penonaktifan BPJS Kesehatan PBI

      Minggu, 15 Februari 2026 1:09

      Pemkab Badung gelar aksi bersih sampah di Pantai Kedonganan

      Pemkab Badung gelar aksi bersih sampah di Pantai Kedonganan

      Jumat, 13 Februari 2026 21:46

      Mendikdasmen salurkan bantuan revitalisasi sekolah di Buleleng

      Mendikdasmen salurkan bantuan revitalisasi sekolah di Buleleng

      Jumat, 13 Februari 2026 20:49

      PKK Tabanan andalkan program Kulkul ajak warga peduli lingkungan

      PKK Tabanan andalkan program Kulkul ajak warga peduli lingkungan

      Jumat, 13 Februari 2026 15:14

  • Pariwisata
    • Bupati Badung sebut Wapres Gibran serap masukan para pelaku pariwisata

      Bupati Badung sebut Wapres Gibran serap masukan para pelaku pariwisata

      Jumat, 13 Februari 2026 22:07

      Wisata medis terpadu hadir RS KEK Sanur

      Wisata medis terpadu hadir RS KEK Sanur

      Jumat, 13 Februari 2026 21:18

      ITDC tambah atraksi Barongsai dan Kecak sambut Imlek di Nusa Dua Bali

      ITDC tambah atraksi Barongsai dan Kecak sambut Imlek di Nusa Dua Bali

      Kamis, 12 Februari 2026 17:09

      Wamenpar gandeng pelaku industri berkolaborasi genjot pariwisata

      Wamenpar gandeng pelaku industri berkolaborasi genjot pariwisata

      Minggu, 8 Februari 2026 10:20

      Gerakan ASRI perkuat penanganan sampah laut

      Gerakan ASRI perkuat penanganan sampah laut

      Sabtu, 7 Februari 2026 10:18

  • Fokus Hoax
    • Hoaks! Jokowi sebut Gibran-Kaesang calon Presiden-Wapres 2029

      Hoaks! Jokowi sebut Gibran-Kaesang calon Presiden-Wapres 2029

      Senin, 9 Februari 2026 9:15

      Hoaks! Video Purbaya mengatakan menolak dijadikan wapres

      Hoaks! Video Purbaya mengatakan menolak dijadikan wapres

      Senin, 12 Januari 2026 7:25

      Pakar komunikasi bagikan kiat tak terjebak hoaks pada Pemilu 2024

      Pakar komunikasi bagikan kiat tak terjebak hoaks pada Pemilu 2024

      Minggu, 3 Desember 2023 22:19

      Menkominfo minta masyarakat tak terhasut hoaks soal bentrokan di Bitung

      Menkominfo minta masyarakat tak terhasut hoaks soal bentrokan di Bitung

      Minggu, 26 November 2023 15:28

      Dukungan kurikulum pendidikan jangka panjang diperlukan untuk tangkal hoaks jelang pemilu

      Dukungan kurikulum pendidikan jangka panjang diperlukan untuk tangkal hoaks jelang pemilu

      Rabu, 15 November 2023 21:16

  • Olahraga
    • Liverpool, City, Chelsea melaju ke fase selanjutnya di Piala FA

      Liverpool, City, Chelsea melaju ke fase selanjutnya di Piala FA

      Minggu, 15 Februari 2026 8:38

      Madrid gunduli Sociedad 4-1 dan puncaki klasemen Liga Spanyol

      Madrid gunduli Sociedad 4-1 dan puncaki klasemen Liga Spanyol

      Minggu, 15 Februari 2026 8:36

      Bali United ungkap pemain kurang fit jelang jamu Persija

      Bali United ungkap pemain kurang fit jelang jamu Persija

      Sabtu, 14 Februari 2026 19:27

      AC Milan taklukkan Pisa 2-1

      AC Milan taklukkan Pisa 2-1

      Sabtu, 14 Februari 2026 7:39

      Chelsea hajar Hull City 4-0 di Piala FA

      Chelsea hajar Hull City 4-0 di Piala FA

      Sabtu, 14 Februari 2026 7:35

  • Taksu
    • Menag optimistis widyalaya cetak generasi kuat moral

      Menag optimistis widyalaya cetak generasi kuat moral

      Jumat, 13 Februari 2026 21:22

      Menag: Widyalaya mampu jadi lembaga lahirkan generasi Hindu unggul

      Menag: Widyalaya mampu jadi lembaga lahirkan generasi Hindu unggul

      Jumat, 13 Februari 2026 6:11

      Menag: Ramadhan harus sentuh batin dan kepedulian sosial

      Menag: Ramadhan harus sentuh batin dan kepedulian sosial

      Senin, 9 Februari 2026 19:21

      Prabowo ingatkan pemimpin jauhi dendam, prioritaskan kepentingan rakyat

      Prabowo ingatkan pemimpin jauhi dendam, prioritaskan kepentingan rakyat

      Minggu, 8 Februari 2026 10:18

      Jadwal Sidang Isbat awal Ramadhan pada 17 Februari 2026

      Jadwal Sidang Isbat awal Ramadhan pada 17 Februari 2026

      Kamis, 29 Januari 2026 15:31

  • Artikel
    • Menyulap sampah plastik jadi BBM

      Menyulap sampah plastik jadi BBM

      Kamis, 5 Februari 2026 18:29

      Menengok produksi kaki palsu yang digarap penyandang disabilitas di Bali

      Menengok produksi kaki palsu yang digarap penyandang disabilitas di Bali

      Selasa, 20 Januari 2026 15:54

      Pertamina Patra Niaga perkuat ekosistem inklusi melalui program Sahabat Disabilitas Ubud

      Pertamina Patra Niaga perkuat ekosistem inklusi melalui program Sahabat Disabilitas Ubud

      Jumat, 5 Desember 2025 16:54

      Mengintip ruang Sidang Majelis Umum PBB, panggung pidato Prabowo

      Mengintip ruang Sidang Majelis Umum PBB, panggung pidato Prabowo

      Minggu, 21 September 2025 19:14

      Bali percepat payung hukum lembaga baru penuntas perkara di desa adat

      Bali percepat payung hukum lembaga baru penuntas perkara di desa adat

      Rabu, 20 Agustus 2025 15:44

  • Seni dan Hiburan
    • Kaka Slank nyanyi lagu "Sial" di konser Mahalini

      Kaka Slank nyanyi lagu "Sial" di konser Mahalini

      Minggu, 15 Februari 2026 8:31

      Panji Pragiwaksono tuntaskan sanksi adat di Toraja

      Panji Pragiwaksono tuntaskan sanksi adat di Toraja

      Kamis, 12 Februari 2026 6:59

      Westlife anggap Indonesia "rumah kedua"

      Westlife anggap Indonesia "rumah kedua"

      Rabu, 11 Februari 2026 8:16

      KLa Project bawa kenangan sekaligus kejutan dalam konser "LUX NOVA"

      KLa Project bawa kenangan sekaligus kejutan dalam konser "LUX NOVA"

      Minggu, 8 Februari 2026 8:26

      Lagu "work" milik no na puncaki trending global

      Lagu "work" milik no na puncaki trending global

      Sabtu, 7 Februari 2026 14:02

  • Foto
    • Konser amal Hey 42th Slank, solidaritas untuk Sumatra

      Konser amal Hey 42th Slank, solidaritas untuk Sumatra

      Minggu, 28 Desember 2025 9:32

      Perkembangan pembangunan Taman Teknologi Komunikasi Turyapada Tower

      Perkembangan pembangunan Taman Teknologi Komunikasi Turyapada Tower

      Sabtu, 27 Desember 2025 21:53

      Smart City Bali berbasis Road Safety Policing

      Smart City Bali berbasis Road Safety Policing

      Kamis, 18 Desember 2025 5:42

      Prediksi jumlah penumpang akhir tahun di Bandara Bali

      Prediksi jumlah penumpang akhir tahun di Bandara Bali

      Kamis, 18 Desember 2025 5:37

      Penyediaan angkutan laut bagi penumpang ke wilayah Indonesia Timur

      Penyediaan angkutan laut bagi penumpang ke wilayah Indonesia Timur

      Kamis, 18 Desember 2025 5:33

  • Video
    • Wapres soroti penanganan sampah dan kunjungan wisatawan di Bali

      Wapres soroti penanganan sampah dan kunjungan wisatawan di Bali

      Jumat, 13 Februari 2026 21:52

      Menag dorong Widyalaya perkuat pendidikan karakter dan inklusif

      Menag dorong Widyalaya perkuat pendidikan karakter dan inklusif

      Jumat, 13 Februari 2026 20:46

      Gibran minta Pemkot Denpasar berikan subsidi harga bahan pokok merata

      Gibran minta Pemkot Denpasar berikan subsidi harga bahan pokok merata

      Jumat, 13 Februari 2026 17:37

      Pemerintah dan Sungai Watch ajak warga pilah sampah dari rumah

      Pemerintah dan Sungai Watch ajak warga pilah sampah dari rumah

      Rabu, 11 Februari 2026 23:54

      Polisi tangkap 39 WN India bisnis judol di Bali, omzet capai Rp8 M

      Polisi tangkap 39 WN India bisnis judol di Bali, omzet capai Rp8 M

      Sabtu, 7 Februari 2026 21:27

  • English

Koperasi Jadi Alternatif Nelayan Jembrana Saat Paceklik

Kamis, 16 Februari 2017 8:19 WIB

Koperasi Jadi Alternatif Nelayan Jembrana Saat Paceklik

Nelayan di Kabupaten Jembrana, Bali. (ANTARA FOTO/Gembong Ismadi/wdy/17)

Kehidupan paling berat bagi nelayan adalah saat paceklik ikan, seperti yang dialami nelayan di Kabupaten Jembrana, Bali, selama sekitar delapan bulan terakhir.

Ada kisah yang menyedihkan saat perairan Selat Bali yang menjadi andalan untuk mencari ikan bagi ribuan nelayan di Kabupaten Jembrana, seperti berhenti atau istirahat memberikan kekayaan laut tersebut.

Dari penelusuran dan obrolan dengan beberapa nelayan di Desa Pengambengan, yang merupakan sentra terbesar perikanan tangkap di Kabupaten Jembrana, tampaknya lebih banyak berisi keluhan disertai harapan.

"Informasinya, alat yang dimiliki pemerintah di Desa Perancak (Searcorm) memperkirakan bulan Maret akan muncul ikan lagi. Mudah-mudahan benar," kata Madek, salah seorang nelayan yang menjadi anak buah perahu selerek, jenis alat tangkap terbanyak di Desa Pengambengan.

Selama delapan bulan terakhir, untuk menyambung hidup, mereka bekerja serabutan dengan rata-rata menjadi buruh bangunan ke daerah lain hingga ke Kabupaten Tabanan dan Kota Denpasar.

Saat ada pesanan kebutuhan tenaga buruh bangunan, mereka berangkat berombongan, meskipun seringkali hasil yang diperoleh di tempat kerja tidak sesuai harapan.

"Banyak kawan-kawan yang tidak dibayar penuh, sehingga pulang hanya membawa uang pas-pasan yang tidak sebanding dengan tenaga dan waktu mereka bekerja," kata Zuhri, nelayan yang sempat bekerja menjadi buruh bangunan di Denpasar, awal Februari 2017.

Menurutnya, hasil yang diperoleh dari bekerja sebagai buruh bangunan, jauh lebih kecil dibandingkan dengan saat panen ikan di laut, seperti yang pernah dialaminya.

Ia mengaku, selama satu minggu bekerja di Denpasar, hanya membawa pulang uang Rp300 ribu. Uang itu separuhnya kemudian digunakan membayar utang saat dirinya berangkat.

"Saya dibayar Rp75 ribu perhari tanpa makan. Bayaran itu lebih banyak habis untuk makan. Setelah pulang, istri saya melarang untuk kembali ke Denpasar, disuruh mencari pekerjaan di Jembrana saja," katanya.

Sebagai mata pencaharian andalan dan satu-satunya, paceklik ikan yang panjang memberikan pukulan ekonomi yang berat bagi nelayan di Kabupaten Jembrana, yang melahirkan kebiasaan menjual berbagai barang di rumah, bahkan hingga perabot dapur pun terpaksa dilego.

Kebiasaan nelayan untuk tidak segan-segan melepas atau menjual apa yang dimiliki di dalam rumah saat paceklik ikan ini, dibenarkan Kepala Desa Pengambengan, Samsul Anam. Namun kebiasaan itu saat ini sudah banyak berubah, ujarnya.

"Selama paceklik delapan bulan ini, saya jarang sekali mendengar warga sampai menjual piring atau sendok, yang dulu biasa dilakukan. Mungkin karena sekarang, meskipun pelan-pelan, cara berpikir dan mengelola keuangan warga mulai berubah ke arah yang lebih baik," katanya.

Perubahan cara berpikir itu ia lihat dari munculnya inisiatif nelayan untuk mencari pekerjaan serabutan seperti sebagai buruh bangunan, buruh membuat bata merah dan lain-lain sampai keluar daerah, yang dulu sangat jarang dilakukan.

Mata Rantai Renternir

Selain perubahan cara berpikir, paceklik selama tiga tahun yang sempat terjadi pada tahun 2007-2010 menjadi pelajaran berharga bagi nelayan, sehingga saat delapan bulan terakhir tidak ada ikan pun mereka relatif lebih siap.

"Mengeluh dan merasa berat pasti ada, karena mencari ikan menjadi sumber penghasilan warga saya. Tapi saat ini, saya lihat warga lebih siap, karena dulu pernah ditempa paceklik selama tiga tahun," kata Samsul Anam.

Karena tidak mungkin memberikan bantuan langsung seperti sembako untuk seluruh warga Desa Pengambengan, ia mengaku pihaknya sudah menyiapkan beberapa program untuk membantu perekonomian warga, di antaranya dengan menghidupkan kembali Koperasi Wanita (Kopwan).

Menurut dia, selain para suami yang bekerja sebagai pencari nafkah utama, kelompok perempuan juga harus diberdayakan untuk menopang ekonomi rumah tangga, khususnya pada masa paceklik ikan.

Dengan kewenangan keuangan yang lebih besar pada desa, ia optimistis bahwa program ini akan terwujud, namun agar berjalan lancar, maka masyarakat diharapkan memiliki komitmen bersama agar sistem simpan pinjam bisa berjalan.

"Dari sebelum menjadi kepala desa sampai sekarang, saya amati, rentenir selalu merajalela di desa ini, dan seringkali sewenang-wenang saat warga tidak mampu membayar. Tujuan koperasi wanita ini, salah satunya untuk memutus mata rantai pinjaman ke rentenir," katanya.

Menurutnya, warga yang meminjam ke rentenir dalam posisi terpaksa, karena tidak ada tempat lagi untuk mendapatkan uang, sehingga menjadi tanggung jawab desa untuk membentuk lembaga guna mengatasi hal tersebut.

Selain karena terpaksa, ia mengatakan, rentenir bisa mengeruk untung yang besar dari warga Desa Pengambengan juga disebabkan sumber daya manusia yang ingin mendapatkan pinjaman uang dengan gampang tanpa memikirkan dampaknya.

"Tugas pengurus koperasi wanita tidak hanya meminjamkan uang, tapi juga mengubah kebiasaan warga untuk meminjam uang ke rentenir. Hal ini memang tidak mudah dilakukan dan perlu proses yang lama, tapi harus tetap dimulai agar warga kami tidak selamanya terjerat rentenir," katanya.

Saat warganya terjerat rentenir dan menghadapi tindakan sewenang-wenang, ia mengaku tidak bisa berbuat banyak karena kenyataannya warga memang meminjam uang ke rentenir.

Paling jauh yang bisa ia lakukan hanya melindungi warganya dari intimidasi fisik, serta negosiasi kepada rentenir untuk mendapatkan keringanan pembayaran.

"Seperti yang belum lama terjadi, dinegosiasi untuk mengurangi bunga sedikit saja rentenir itu tidak mau. Karena soal pinjam meminjam, kami hanya bisa membantu warga membayar dengan cara mencicil sesuai kemampuan tanpa ditambahi bunga lagi," katanya.

Jeratan rentenir atau yang di masyarakat nelayan Desa Pengambengan dikenal dengan istilah bank harian, sangat terasa saat bergaul langsung dengan mereka.

Pagi, siang maupun sore hari, di kampung-kampung nelayan datang penagih dari bank harian tersebut, dengan sistem seolah-olah meringankan nelayan, padahal sebenarnya menjeratnya dengan utang yang lebih banyak.

Penelusuran yang ada menunjukkan bahwa untuk pinjaman Rp1 juta ke bawah, rentenir tidak minta barang jaminan, bahkan uangnya langsung diberikan saat itu atau paling lama dalam waktu satu hari.

Namun dari nilai pinjaman Rp1 juta, nelayan hanya mendapatkan Rp800 ribu dengan Rp200 ribu dikatakan sebagai biaya administrasi, yang harus dibayar Rp1.200.000 dalam jangka waktu 60 hari.

Jika dalam jangka waktu tersebut pembayarannya belum lunas, rentenir terkesan membantu dengan mengembalikan uang yang sudah dibayarkan selama 60 hari kepada nelayan.

Namun pengembalian uang ini dibarengi perjanjian, pinjaman pokok mereka kembali utuh dengan bunga hingga 20 persen, dan uang cicilan yang dikembalikan dipotong lagi untuk biaya administrasi.

"Jadi selama nelayan belum mampu melunasi utangnya maksimal 60 hari, mereka akan terus terjerat pinjaman dengan bunga yang tinggi. Seolah-olah membantu dengan mengembalikan cicilan saat hutang belum lunas, padahal itu mencekik nelayan," kata Sauki, salah seorang pemuda Desa Pengambengan yang saat ini menjadi dosen di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta.

Hal itu juga diakui oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan Dan Koperasi Jembrana I Made Sudantra. Ia mengatakan, satu-satunya cara untuk melepaskan nelayan dari jerat rentenir adalah dengan membentuk koperasi.

Ia mengatakan, sebenarnya perhatian pemerintah pusat untuk pemberdayaan masyarakat pesisir cukup besar, demikian juga alokasi dananya, namun nelayan harus memiliki lembaga yang legal untuk mengakses bantuan tersebut.

"Mentalitas nelayan saat meminjam uang ke koperasi juga harus sama dengan saat mereka meminjam ke rentenir. Maksudnya, kalau di rentenir rajin mencicil, harus demikian juga ke koperasi. Jangan karena merasa meminjam ke koperasi, apalagi dimodali pemerintah, kemudian tidak mengembalikan," katanya.

Agaknya, koperasi menjadi alternatif bagi para nelayan yang mengalami paceklik ikan di Selat Bali cukup lama hingga delapan bulan terakhir, yang akhirnya berdampak terhadap semua jenis nelayan yang terbagi menjadi nelayan pengguna perahu selerek dan sampan.

Samsul, salah seorang nelayan sampan mengatakan, dulu saat perahu selerek mengalami paceklik, nelayan yang menggunakan sampan dengan jarak melaut sekitar dua kilometer dari pantai masih bisa mendapatkan ikan.

"Tapi sekarang semuanya merata. Sempat ada ikan layur, tapi itu juga tidak lama, sehingga sekarang seluruh nelayan mengalami paceklik," kata nelayan yang saat ini bekerja sebagai buruh pembuat bata, agar bisa bertahan hidup ini.

Saat musim ikan yang didominasi jenis lemuru, Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan dipenuhi ribuan orang yang mencari nafkah dari hasil tangkapan selama hampir 24 jam. Sekarang, pelabuhan tersebut sepi, dengan ratusan perahu selerek yang bersandar di kolam labuhnya menunggu musim ikan kembali.

Untuk berburu ikan, nelayan asal Kabupaten Jembrana sudah berusaha hingga ke perairan Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, namun di sana pun mereka tidak mendapatkan hasil, sehingga kembali pulang.

Kini, nelayan Jembrana ketika mengalami paceklik ikan sudah tidak lagi menjual barang apa saja dan juga tidak meminjam uang kepada renternir, karena koperasi dapat menjadi alternatif untuk mereka. (WDY)

Pewarta: Pewarta: Gembong Ismadi
Editor : I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.



  • Whatsapp
  • facebook
  • twitter
  • email
  • pinterest
  • print

Berita Terkait

Dana Kopwan Dewi Laksmi Capai Rp245,9 Juta

Dana Kopwan Dewi Laksmi Capai Rp245,9 Juta

2 Maret 2015 22:22

Nelayan Jembrana selamatkan penumpang kapal yang jatuh di Selat Bali

Nelayan Jembrana selamatkan penumpang kapal yang jatuh di Selat Bali

7 Oktober 2025 07:45

Belasan sampan nelayan Jembrana rusak dihempas gelombang tinggi

Belasan sampan nelayan Jembrana rusak dihempas gelombang tinggi

6 Agustus 2025 18:31

Desa-desa nelayan Jembrana bergantian melaksanakan petik laut

Desa-desa nelayan Jembrana bergantian melaksanakan petik laut

14 Juli 2025 21:14

Lagi, nelayan Jembrana temukan Jenazah penumpang KMP Tunu Pratama Jaya

Lagi, nelayan Jembrana temukan Jenazah penumpang KMP Tunu Pratama Jaya

10 Juli 2025 12:51

Nelayan temukan 2 jenazah diduga penumpang KMP Tunu Pratama Jaya

Nelayan temukan 2 jenazah diduga penumpang KMP Tunu Pratama Jaya

9 Juli 2025 15:28

Pemkab Jembrana beri penghargaan ke nelayan penyelamat penumpang KMP Tunu

Pemkab Jembrana beri penghargaan ke nelayan penyelamat penumpang KMP Tunu

8 Juli 2025 13:53

Nelayan pahlawan penyelamat penumpang KMP Tunu yang tenggelam

Nelayan pahlawan penyelamat penumpang KMP Tunu yang tenggelam

6 Juli 2025 14:04

Terpopuler

Pemkab Badung distribusikan 677 unit tong komposter untuk kelola sampah

Pemkab Badung distribusikan 677 unit tong komposter untuk kelola sampah

Para wanita di Badung ikuti pelatihan menghias hidangan

Para wanita di Badung ikuti pelatihan menghias hidangan

Gianyar gandeng Kota Osaki Jepang soal pengelolaan sampah

Gianyar gandeng Kota Osaki Jepang soal pengelolaan sampah

PKS jadi parpol dengan indeks integritas tertinggi tahun 2025

PKS jadi parpol dengan indeks integritas tertinggi tahun 2025

PN Denpasar vonis WN Brazil 18 tahun bui karena bawa kokain 3 kg

PN Denpasar vonis WN Brazil 18 tahun bui karena bawa kokain 3 kg

Top News

  • BMKG: Ada 392.777 kali sambaran petir di Bali selama Januari 2026

    BMKG: Ada 392.777 kali sambaran petir di Bali selama Januari 2026

    5 jam lalu

  • Bandara Ngurah Rai proyeksikan layani 438 ribu penumpang saat libur Imlek

    Bandara Ngurah Rai proyeksikan layani 438 ribu penumpang saat libur Imlek

    14 Februari 2026 16:28

  • Wapres Gibran dorong subsidi bagi pedagang pasar guna tekan inflasi

    Wapres Gibran dorong subsidi bagi pedagang pasar guna tekan inflasi

    13 Februari 2026 21:10

  • MBG cetak 890 ribu lapangan kerja baru

    MBG cetak 890 ribu lapangan kerja baru

    13 Februari 2026 12:29

  • Wapres Gibran cek pemberian subsidi sembako di Pasar Badung

    Wapres Gibran cek pemberian subsidi sembako di Pasar Badung

    13 Februari 2026 10:30

Antara News bali
bali.antaranews.com
Copyright © 2026
  • Top News
  • Terkini
  • RSS
  • Twitter
  • Facebook
  • Updates
  • Business
  • Education
  • Tourism
  • Fokus Hoax
  • Sports
  • Taksu
  • Spectrum
  • Entertainment
  • Ketentuan Penggunaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman
  • Kebijakan Privasi
  • BrandA
  • ANTARA Foto
  • Korporat
  • PPID
  • www.antaranews.com
  • Antara Foto
  • IMQ
  • Asianet
  • OANA
notification icon
Dapatkan Berita Terkini khusus untuk anda dengan mengaktifkan notifikasi Antaranews.com