Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Bali melatih para guru penggerak di daerah itu menggunakan metode Gasing dalam pembelajaran matematika sebagai upaya meningkatkan literasi dan numerasi siswa.

"Kami bekerja sama dengan Yayasan Teknologi Indonesia Jaya mengadakan pelatihan program pandai berhitung dengan metode Gasing (gampang, asyik dan menyenangkan)," kata Kepala Disdikpora Buleleng Made Astika di Singaraja, Bali, Senin.

Astika menilai kegiatan pelatihan terkait sangat penting, karena bisa meningkatkan nilai literasi numerasi di kabupaten ujung utara Pulau Dewata tersebut. Dalam kegiatan itu dibentuk tim manajemen sebanyak tujuh orang yang akan dibagi menjadi tiga blok, yaitu wilayah barat, tengah dan timur.

Baca juga: PHDI Buleleng bantu pemeluk Hindu baru tekuni ajaran agama

Pihaknya berharap ke depan seluruh satuan pendidikan menjadi sasaran pelatihan yang akan dituntaskan pada tahun ini.

"Dalam pembelajaran metode ini, anak-anak akan diajak bermain dan bereksplorasi dengan alat peraga, sehingga benar-benar terasa dan terbayang konsep yang ingin disampaikan. Bisa dilakukan dengan cara bermain ataupun bernyanyi sambil bisa meningkatkan literasi kepada siswa," ucap Astika

Di hadapan puluhan guru yang akan mengikuti pelatihan, Kadis Astika berpesan agar diikuti secara tekun dan intensif, sehingga nantinya ada hasil dari pelatihan ini dan akan terus dievaluasi untuk dapat meningkatkan literasi numerasasi di Buleleng.

Sementara itu, Dwi Septi Oktaviana selaku trainer di Buleleng mengatakan metode Gasing itu merupakan metode yang asyik dan menyenangkan digagas oleh Prof. Yohanes Surya dari Yayasan Teknologi Indonesia Jaya.

Adapun metode ini tidak hanya mengajarkan matematika, tetapi juga diajarkan untuk berkomunikasi, berkolaborasi, juga diselipkan kebudayaan supaya anak-anak bisa senang.

"Di sini mereka akan belajar sambil bermain agar anak-anak tidak mudah bosan," ucapnya.

Dwi Septi menambahkan di Buleleng merupakan kabupaten kedua di Pulau Dewata setelah Kabupaten Bangli dalam pelatihan dengan menggunakan metode Gasing ini.


Baca juga: Singaraja Literary Festival 2023 angkat warisan budaya Gedong Kirtya

Dengan metode Gasing ini, Dwi Septi mengharapkan kepada guru untuk dapat memutus anggapan bahwa pelajaran matematika merupakan pelajaran yang menakutkan.

"Jadi, dalam pelatihan ini akan mencetak guru yang selalu tersenyum dan bergembira dalam mengajar anak didiknya, sehingga akan tercipta komunikasi guru dan anak didik yang baik serta dapat menumbuhkan rasa percaya diri kepada anak," pungkasnya.

Pewarta: Rolandus Nampu/IMBA Purnomo

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2023