Sekretaris Daerah (Sekda) Bali, Dewa Made Indra mengatakan proses pengembangan Jalan Bypass Ida Bagus Mantra yang menghubungkan Denpasar dan Klungkung sudah memasuki tahap Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan untuk seterusnya dilanjutkan hingga Kabupaten Karangasem.

"Oh sudah ada feasibility study (studi kelayakan) tinggal eksekusi anggaran," kata Dewa Made saat ditemui dalam peresmian fasilitas baru di Kawasan Pura Agung Besakih di Karangasem, Senin.

Sekda Dewa Made menyampaikan bahwa tak hanya pengembangan Jalan Bypass Ida Bagus Mantra, namun seluruh infrastruktur strategis sejatinya akan dikembangkan oleh Gubernur Bali Wayan Koster, termasuk jalan tol dan jalan pintas.

Terkait pelaksanaan proyek tersebut, birokrat nomor satu di Pemprov Bali itu mengaku masih menunggu tahapan demi tahapan, termasuk memperhitungkan kemampuan anggaran dan faktor-faktor lainnya.

Rencananya Jalan Bypass Ida Bagus Mantra akan dikembangkan hingga Kabupaten Karangasem, sekurang-kurangnya Pelabuhan Padangbai, Kecamatan Manggis itu juga akan dihubungkan dengan Tol Gilimanuk dan Denpasar, agar seluruh proses distribusi berjalan lancar.

Untuk anggaran, kata dia,  hingga kini juga belum dapat dipastikan lantaran itu menjadi prioritas kedua setelah studi kelayakan mencapai final.

"Dari sana (hasil studi kelayakan) baru kelihatan anggarannya. Dari anggaran itu tentu kita akan duduk bersama, pengalaman yang dilakukan oleh Pak Gubernur Wayan Koster selama ini adalah kita duduk bersama (membahas) yang mana bagian provinsi mana pemerintah pusat," ujar Dewa Made.

Sekda mengatakan bahwa Pemprov Bali akan mengikuti pola-pola tersebut setelah kajian berakhir, agar biaya yang ditanggung juga lebih ringan, seperti contohnya pembangunan fasilitas Pura Agung Besakih, Jalan Pintas Singaraja, Tol Gilimanuk-Mengwi, hingga Pusat Kesenian Bali yang dananya turut dibantu APBN.

Salah satu pembangunan infrastruktur jalan yang saat ini sudah dilakukan proses fisik  adalah Tol Gilimanuk-Mengwi, di mana, kata Dewa Made proyek tersebut sudah berjalan, termasuk dilakukan peletakan batu pertama yang kini di sisa ruasnya masih dilakukan proses pembebasan lahan.
 

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2023