Rabu, 20 September 2017

Gubernur Pastika Harapkan Masyarakat Bali Belajar Kepada Jepang

| 309 Views
id delegasi Kumamoto, kifa, pembangunan bali, kerjasama bali-kumamoto, pemprov bali,
Gubernur Pastika Harapkan Masyarakat Bali Belajar Kepada Jepang
Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat menerima kunjungan delegasi Prefektur Kumamoto, di Denpasar. (Antara Bali Via Humas Pemprov Bali/wdy/2017)
Denpasar (Antara Bali) - Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengharapkan masyarakat daerah setempat untuk belajar kepada masyarakat Negeri Sakura, sebagai tindak lanjut kerja sama dengan Prefektur Kumamoto, Jepang

"Saya sering mengatakan `benchmark` pembangunan Bali bukan Singapura atau Amerika, tapi Jepang. Dalam visi saya, orang Bali itu perilakunya, semangatnya bisa seperti orang Jepang," katanya saat menerima kunjungan 25 orang delegasi Prefektur Kumamoto, di Denpasar, Kamis.

Menurut dia, orang Jepang bisa menguasai teknologi tanpa meninggalkan etika dan adat istiadat serta memiliki daya juang yang tinggi.

Mantan Kapolda Bali itu juga memuji cepatnya masa pemulihan Kumamoto dari bencana yang melanda tahun lalu.

Sementara itu, Ketua Umum Kumamoto-Indonesia Friendship Association (KIFA) Yoshiomi Mori mengatakan kunjungan ini merupakan tindak lanjut penandatangan kerja sama MoU antara Pemerintah Provinsi Bali dan Kumamoto.

Kedua belah pihak menyepakati tujuh poin dasar kerja sama, yakni kerja sama ekonomi, promosi pariwisata, pertukaran sumber daya manusia, kerja sama di bidang pertanian dan perikanan, perbaikan lingkungan, pertukaran bidang olahraga dan pertukaran bidang pendidikan.

"Mungkin di masa depan akan bertambah lebih banyak lagi," katanya.

Sebagai langkah awal di bidang pendidikan KIFA dan Care Suporters Club, Kumamoto akan mengunjungi Sekolah Bali Mandara, setelah itu akan dipertimbangkan apa yang bisa dilakukan untuk memperdalam kerja sama ini.

Senada dengan itu, Ketua Kamar Dagang Kumamoto Akito Kuga mengatakan pascabencana Kumamoto sudah kembali berbenah dan bisa dilihat kembali keindahannya sebagai daerah pariwisata di Jepang.

Ia berharap warga Bali juga memiliki kesempatan untuk datang kesana. Apalagi, menurutnya, Kumamoto saat ini kekurangan tenaga kerja, karena menurunnya populasi.

"Kami sedang melakukan penelitian tentang lingkungan kerja yang baik, dengan harapan orang asing betah bekerja di sana," ucapnya.

Masih di bidang ekonomi dan pariwisata, Ketua Asosiasi Eksekutif Perusahaan Kumamoto Masaru Motomatsu berharap bisa memperdalam kerja sama khususnya di bidang pertanian dan pariwisata antara kedua belah pihak.

Apalagi, pada 2019, Kumamoto akan menjadi tuan rumah Gala Dunia Rugby dan Bola Tangan Wanita. (WDY)

Editor: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2017