Parade Ogoh-ogoh di Kasanga Festival 2026
- 7 Maret 2026 09:30
Sejumlah pemuda mengarak Ogoh-Ogoh saat parade Ogoh-ogoh di Hari Pengerupukan atau satu hari menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1946 di kawasan Desa Adat Kuta, Badung, Bali, Minggu (10/3/2024). Kegiatan yang juga disaksikan ribuan warga dan wisatawan baik domestik serta mancanegara tersebut dilakukan untuk menetralisir unsur negatif agar perayaan Nyepi dapat dilaksanakan dengan damai sekaligus untuk mengapresiasi kreativitas seni budaya para pemuda. ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf/wsj.
Sejumlah pemuda mengarak Ogoh-Ogoh saat parade Ogoh-ogoh di Hari Pengerupukan atau satu hari menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1946 di kawasan Desa Adat Kuta, Badung, Bali, Minggu (10/3/2024). Kegiatan yang juga disaksikan ribuan warga dan wisatawan baik domestik serta mancanegara tersebut dilakukan untuk menetralisir unsur negatif agar perayaan Nyepi dapat dilaksanakan dengan damai sekaligus untuk mengapresiasi kreativitas seni budaya para pemuda. ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf/wsj.
Sejumlah pemuda mengarak Ogoh-Ogoh saat parade Ogoh-ogoh di Hari Pengerupukan atau satu hari menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1946 di kawasan Desa Adat Kuta, Badung, Bali, Minggu (10/3/2024). Kegiatan yang juga disaksikan ribuan warga dan wisatawan baik domestik serta mancanegara tersebut dilakukan untuk menetralisir unsur negatif agar perayaan Nyepi dapat dilaksanakan dengan damai sekaligus untuk mengapresiasi kreativitas seni budaya para pemuda. ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf/wsj.
Umat Hindu mengarak ogoh-ogoh saat pawai ogoh-ogoh untuk menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1946 di Desa Adat Tuban, Badung, Bali, Minggu (10/3/2024). Pawai ogoh-ogoh pada malam pengrupukan atau sehari sebelum Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1946 tersebut bertujuan agar bhuta kala atau roh jahat beserta segala unsur negatif lainnya musnah dan tidak mengganggu kehidupan manusia. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/wsj.
Sejumlah penari dan pemuda mengarak ogoh-ogoh saat parade budaya ogoh-ogoh di kawasan Sumerta, Denpasar, Bali, Minggu (10/3/2024). Parade budaya menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1946 itu diselenggarakan guna menetralisir unsur negatif agar perayaan Nyepi dapat dilaksanakan dengan damai sekaligus mendukung kreativitas generasi muda dalam melestarikan seni budaya Bali. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/wsj.
Sejumlah penari dan pemuda mengarak ogoh-ogoh saat parade budaya ogoh-ogoh di kawasan Sumerta, Denpasar, Bali, Minggu (10/3/2024). Parade budaya menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1946 itu diselenggarakan guna menetralisir unsur negatif agar perayaan Nyepi dapat dilaksanakan dengan damai sekaligus mendukung kreativitas generasi muda dalam melestarikan seni budaya Bali. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/wsj.
Sejumlah pemuda mengarak Ogoh-Ogoh saat parade Ogoh-ogoh di Hari Pengerupukan atau satu hari menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1946 di kawasan Desa Adat Kuta, Badung, Bali, Minggu (10/3/2024). Kegiatan yang juga disaksikan ribuan warga dan wisatawan baik domestik serta mancanegara tersebut dilakukan untuk menetralisir unsur negatif agar perayaan Nyepi dapat dilaksanakan dengan damai sekaligus untuk mengapresiasi kreativitas seni budaya para pemuda. ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf/wsj.