Denpasar (Antara Bali) - Pemerintah Provinsi Bali sudah menjadwalkan pemberlakukan pelayanan sistem administrasi satu atap (samsat) "online" mulai akhir Maret 2011.
"Bank Pembangunan Daerah Bali menyatakan sudah siap untuk mendukung pelayanan samsat 'online'. Hal itu diungkapkan saat menghadap Gubernur Bali Made Mangku Pastika pada Selasa (1/3)," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Bali I Putu Suardhika di Denpasar, Rabu.
Ia mengatakan, dengan pelayanan samsat "online" atau berjaringan tersebut akan memudahkan warga masyarakat untuk membayar pajak kendaraan bermotor.
"Dengan pelayanan ini warga masyarakat yang ingin membayar pajak kendaraannya cukup mendatangi kantor samsat terdekat. Semisal kendaraan yang digunakan terdaftar di Karangasem, mereka bisa membayar samsat di Denpasar atau di Tabanan," katanya.
Namun demikian, bagi yang mengganti plat atau STNK saat ini masih tetap mendatangi samsat di mana kendaraan tersebut di daftar, karena memerlukan cek fisik.
"Ke depannya Pemprov Bali juga memikirkan untuk penggantian plat atau STNK bisa juga dilakukan secara berjaringan," ucap pria asal Desa Marga, Kabupaten Tabanan itu.
Dikatakan, penerapan sistem samsat "online" ini boleh dikatakan pertama di Indonesia.
"Mesti ada di daerah lain, seperti di Makassar namun penerapan pelayanannya berbeda dengan sistem dirancang di Bali," katanya.
Berdasarkan data Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi Bali menyebutkan dalam lima tahun terakhir, jumlah kendaraan bermotor di Bali naik tajam hingga hampir dua kali lipat.
Jika pada 2006 jumlah kendaraan di Bali sebanyak 1,58 juta pada awal 2011 telah mencapai 2,35 juta unit.
Dari jumlah kendaraan bermotor tersebut separuh lebih yaitu 1,9 juta unit beroperasi di wilayah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.
Peningkatan yang sangat pesat itu hampir terjadi pada semua jenis kendaraan, namun pertambahan yang paling menonjol adalah sepeda motor.
Kendaraan yang beroperasi di Bali terdiri atas mobil penumpang 214.474 unit, mobil barang 88.174 unit, bus 7.003 unit, sepeda motor 2.040.618 unit dan kendaraan khusus antara lain mobil tangki 428 unit.(*)
