Semarapura (Antara Bali) - Bupati Klungkung, Bali I Nyoman Suwirta melakukan uji coba penangkapan gas metan di salah satu pemukiman warga sekitar tempat pembuangan akhir (TPA) Dusun Sente, Desa Pikat, Kecamatan Dawan.
"Penangkapan gas metan yang dihasilkan dari sampah TPA Sente kemudian disalurkan melalui pipa yang ditanam di bekas tumpukan sampah ini, ini sudah melalui penelitian," kata Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta di Semarapura, Sabtu.
Dia melanjutkan, gas metan itu kemudian disalurkan ke rumah penduduk di sekitar TPA. Sementara, penelitian dilakukan sejak tahun 2015 dengan melakukan studi banding ke Kota Malang.
Hasil pengujian menunjukkan keberhasilan, di mana nyalanya cukup bagus dan sudah bisa digunakan untuk memasak. "Gas metan ini tidak mengeluarkan bau, tidak beracun, ramah lingkungan, dan sangat aman dipakai," ujar Bupati Suwirta.
Bupati melakukan uji coba gas metan di salah satu pemukiman warga sekitar TPA Sente, bersama Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta, didampingi Sekda Klungkung I Gede Putu Winastra.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Anak Agung Kirana menyampaikan, bahwa pengujian kali ini jumlahnya masih sangat terbatas. Selanjutnya, kegiatan penangkapan gas metan ini sudah disiapkan untuk disalurkan ke rumah-rumah warga sekitar TPA dengan menyasar 50 KK pada tahap pertama.
"Diutamakan warga terdekat TPA untuk mendapatkan penyaluran gas metan dengan cuma-cuma," ujar Kirana.
Rencana ke depan, nantinya di atas TPA akan ditanami rumput hijau dan pepohonan. Sebagai tempat pembuangan sampah, nanti akan diarahkan ke arah samping TPA, tepatnya di sisi sebelah utara.
Setelah dilakukan uji coba penggunaan gas metan ini, pihak Dinas Kebersihan dan Pertamanan sudah melakukan koordinas dengan Perbekel Pikat dan Kepala Dusun Sente terkait dengan penyaluran gas metan.
"Tanggapan masyarakat sangat menyambut baik, dan bahkan beberapa masyarakat sangat berterima kasih atas apa yang sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten Klungkung, serta berharap agar segera untuk penyaluran gas metan ini bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat sekitar TPA," ujarnya. (WDY)
