Suhardi yang juga Komandan Kodim Buleleng didampingi oleh Ketua Harian Putu Ardika, Sekretaris Ketut Sumendra serta Bendahara Made Semawa.
Nyoman Adi Wiryatama dalam sambutannya mengatakan, mengelola suatu organisasi memerlukan keseriusan serta kerja keras para pengurus.
"Menjadi pengurus berarti sudah rela untuk mengorbankan waktu dan tenaga, bahkan dituntut cerdas dalam mengelolanya, sehingga Pertina Buleleng ke depan akan lebih maju," kata Adi Wiryatama yang juga mantan Bupati Tabanan ini.
Ia mengingatkan agar pengurus Pertiba mampu melakukan kerja sama dengan klub, pelatih maupun atlet. Jika ini sudah bisa dilakukan, maka Pertina Buleleng bukan hanya mampu mengembangkan olahraga tinju di daerahnya, tetapi juga akan memiliki prestasi.
Adi meminta agar petinju terus berlatih dengan penuh kedisiplinan dan berjuang keras tanpa putus asa. Sebab, olahraga keras ini memerlukan ketekunan, keuletan, ujarnya.
Sementara Suhardi mengatakan, keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki jangan dijadikan kendala bagi petinju untuk meraih prestasi. Tantangan itu harus dijadikan sebagai peluang untuk meraih prstasi.
Ia meminta pengurus Pertina agar menjaga kepercayaan yang diberikan untuk mengembangkan olahraga tinju di Buleleng. Kepercayaan itu harus benar-benar dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, diikuti dengan semangat untuk memajukan olahraga tinju, sehingga memberikan kontribusi bagi daerah.
Menghadapi Porprov X Bali 2011 di Jembrana, kepengurusan Pertina Buleleng intensifnya mengadakan seleksi untuk memilih petinju terbaiknya yang akan diterjunkan dalam pesta olahraga tingkat Bali dua tahunan itu.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.