Denpasar (Antara Bali) - Inspektorat Jenderal (Irjen) Kementrian Perindustrian, Syarif Hidayat menegaskan sebayak 15 sektor ekonomi kreatif di Indonesia akan lebih dikembangkan untuk menghasilkan matadaganan yang mampu bersaing di pasaran ekspor.
"Hal itu sesuai amanat Inpres Nomor 6 tahun 2009 tentang pengembangan ekonomi kratif, subsektor industri kratif yang masuk ke dalam lingkungan pembinaan Kementrian Perindustrian," kata Irjen Syarif Hidayat di Denpasar, Kamis.
Ia mengatakan hal itu ketika meresmikan penggunaan gedung Balai Creativ Industri Centre (BCIC) Tohpati, Denpasar yang berfungsi sebagai tempat promosi dan pengembangan industri kreatif.
Fasilitas itu merupakan yang kedua setelah di Jakarta, mengingat Bali sebagai daerah tujuan wisata domestik dan mancanegara sehingga menjadi maknet dan dikenal dunia internasional.
Irjen Syarif Hidayat menambahkan untuk mengahadapi masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) 2015 Indonesia lebih ungul dibanding negara lainnya, karena memiliki suku, ras, dan budaya dengan berbagai kreativitas yang unggul.
Idonesia sebagai negara berkembang perlu lebih mendorong industri kreatif sebagai penggerak, karena dapat menciptakan inovasi dan kreativitas yang menjadi keunggulan kompetitif suatu bangsa sekaligus memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan.
Irjen Syarif Hidayat menjelaskan, kerja sama Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah (IKM) dengan Dinas Perindusterian Provinsi seluruh Indonesia akan dapat melaksanakan pameran berskala nasional, yakni pameran produk industri kreatif secara berkesinambungan.
Pameran perdana sehubungan peresmian gedung BCIC diikuti 76 peserta se Indonesia berlangsung selama empat hari, 13-16 November 2014 melibatkan.
Peserta tersebut terdiri atas bidang fashon 30 peserta, kerajinan tangan 12 peserta, keramik hias delapan, dua asosiasi dan satu lembaga. (MFD)
