Denpasar (ANTARA) - Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan pelaksanaan Peguyangan Festival atau Yang Fes di Denpasar, Bali mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif warga.
"Peguyangan Festival atau yang akrab disebut Yang Fest menjadi salah satu ajang kreatif warga untuk mempererat tali kebersamaan serta menggeliatkan potensi seni, budaya dan ekonomi lokal," katanya saat acara jalan santai bersama di Lapangan Jalan Antasura, Banjar Benaya, Kelurahan Peguyangan, Denpasar, Minggu.
Tidak hanya warga Peguyangan, peserta juga datang dari berbagai wilayah di Kota Denpasar untuk menikmati suasana penuh keceriaan di akhir pekan tersebut.
Karena itu, Arya Wibawa menyampaikan apresiasi atas semangat masyarakat Kelurahan Peguyangan yang terus menjaga kekompakan dan kebersamaan melalui kegiatan positif seperti Yang Fest.
“Festival seperti ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga wadah untuk memperkuat rasa menyama braya (persatuan), menggeliatkan ekonomi lokal, serta menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda Peguyangan,” ujar Arya Wibawa.
Arya Wibawa menambahkan Pemerintah Kota Denpasar terus mendorong pelaksanaan kegiatan berbasis masyarakat yang selaras dengan visi Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju.
“Kita ingin agar setiap kelurahan di Denpasar memiliki ruang kreasi dan ekspresi seperti ini, karena dari sinilah semangat gotong royong dan kreativitas tumbuh,” imbuhnya.
Sementara itu, Lurah Peguyangan I Gede Sudi Arcana menjelaskan Peguyangan Festival 2025 berlangsung selama dua hari, 18-19 Oktober 2025, dengan berbagai kegiatan menarik seperti Lomba Tari Sekar Jempiring, Lomba Gebogan Buah, Lomba Lamak Surya, Lomba Cerdas Cermat, hingga penampilan band lokal.
“Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan ini juga kami harapkan dapat menjadi ajang promosi potensi wilayah serta memperkuat rasa bangga warga terhadap identitas daerahnya,” katanya.
Tahun ini, festival semakin meriah dengan penampilan Lolot Band, Yong Sagita, serta sederet band lokal yang membawa nuansa nostalgia dan semangat kebersamaan khas Peguyangan.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat mampu melahirkan ruang-ruang kreatif yang sehat, inklusif, dan penuh semangat positif,” katanya.
