Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Panasunan Siregar di Denpasar, Minggu mengatakan, perolehan devisa tersebut mampu memberikan andil sebesar 20,32 persen dari total ekspor Bali mencapai 300,95 juta dolar AS.
Ia mengatakan, sebelas jenis komoditas hasil perikanan dan kelautan itu paling menonjol adalah ikan tuna yang menghasilkan sebesar 41,20 juta dolar AS, disusul hasil pengapalan ikan lain-lain 8,20 juta dolar AS.
Ikan hias hidup memberikan andil sebesar 1,81 juta dolar AS, ikan kakap 2,17 juta dolar, ikan kepiting 70.627 dolar, ikan kerapu 6,20 juta dolar, lobster 1,47 juta dolar dan sirip ikan hiu 554 dolar.
Panasunan Siregar menjelaskan, pasaran Jepang menyerap paling banyak hasil perikanan dan kelautan asal Bali itu yakni mencapai 25,69 persen, menyusul pasar Thailand 22 persen dan Amerika Serikat 19,43 persen.
Selain itu juga diserap pasaran Australia 5,17 persen, Singapura 0,94 persen, Hong Kong 3,45 persen, Belanda 0,82 persen, Jerman 0,93 persen, Inggris 0,52 persen dan Italia 0,45 persen.
Sisanya sebanyak 16,02 persen diserah oleh berbagai negara lainnya di belahan dunia, karena hasil perikanan Bali mampu bersaing di pasaran luar negeri, ujar Panasunan Siregar. (WDY)
Pewarta: Oleh I Ketut SutikaEditor : I Gede Wira Suryantala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.