Hal itu dilakukan demi menunjukkan dan mementingkan keutuhan persatuan Nasional.
"Keduanya harus menunjukkan jiwa kenegarawanan. Saat ini masyarakat sudah menentukan pilihan, tapi ada perbedaan cara hitung cepat, jangan sampai konflik di tingkat vertikal menjadi konflik horizontal," kata salah satu anggota Sukarelawan Indonesia untuk Perubahan, Syafrizal Helmi di Jakarta, Senin.
Syafrizal yang merupakan akademisi dari Universitas Sumatera Utara menilai saat ini ada fermentasi di akar rumput yang membahayakan.
"Prabowo dan Jokowi harus mendeklarasikan kalau mereka berdua sebenarnya baik-baik saja, tim sukses juga begitu. Jangan saling tuding. Soal perhitungan cepat hasil pilpres, tunggu hasil dari KPU saja," katanya.
Selain itu, komunitas yang merupakan jejaring anak muda yang terdiri dari akademisi, pemimpin komunitas, seniman dan pengusaha Indonesia itu meminta Presiden, aparat negara dan lembaga berwenang untuk konsisten dan netral menjamin transisi demikrasi hingga terbentuknya pemerintahan baru.
Kebesaran Presiden dan pemerintah saat ini, menurut anggota komunitas itu, ditentukan dengan upayanya menjaga mandat rakyat pada akhir masa jabatannya.
"Presiden akan selalu dikenang sebagai negarawan yang menempatkan kepentingan Negara di atas segala-galanya," kata koordinator Sukarelawan Indonesia, Dimas Oky Nugraha. (WDY)
: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.