Denpasar (Antara Bali) - Ketua Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali Gusti Kade Sutawa mengatakan, Kepolisian Daerah Bali diharapkan lebih tegas dalam menangani masalah premanisme yang keberadaanya semakin meresahkan.

"Aksi premanisme yang berujung hingga menyebabkan seseorang tewas, bukan saja terjadi sekali. Untuk mengantisipasi kejadian serupa,polisi harus berani mengambil tindakan yang lebih tegas," kata Sutawa, di Denpasar,Sabtu.

Menurut dia, penyerangan puluhan orang yang diduga preman di sebuah bar di Denpasar, Rabu (14/7/), yang menewaskan seorang karyawan bar itu menjadi contoh aksi premanisme yang meresahkan.

Ia mengatakan, premanisme harus diberantas sebelum berkembang lebih luas, karena masalah itu menyangkut citra keamanan Bali sebagai daerah pariwisata andalan Indonesia.

Menurut dia, sudah seharusnya pihak eksekutif dan yudikatif membahas sistem keamanan untuk tempat-tempat hiburan malam di Bali.

"Standardisasi tidak saja dilakukan untuk hotel dan vila melainkan juga pada restoran, bar, diskotek, yang menjadi tempat rentan terjadinya keributan," kata Sutawa.

Dia mengatakan, meski secara umum kejadian di sebuah bar itu tidak berpengaruh pada kunjungan wisata, tidak sedikit wisatawan yang mengaku takut dan trauma.

Ia berharap standardisasi keamanan terhadap tempat-tempat hiburan malam segera dapat diterapkan agar tidak ada lagi pengelola tempat hiburan yang masih menggunakan jasa kelompok-kelompok tertentu.

"Kalau menggunakan jasa kelompok tertentu yang umumnya tidak kerjasama dengan aparat keamanan, ini akan sangat susah kalau muncul kejadian yang tidak diinginkan," ujarnya.

Menurut dia, sebagian besar pengelola tempat hiburan malam di Bali belum menggunakan jasa pengamanan bersertifikasi.

Untuk itu, kata dia, para pengelola tempat hiburan juga harus memahami pentingnya mereka menggunakan jasa tenaga pengamanan yang memiliki sertifikat dari kepolisian.

"Pengelola juga harus membuat aturan di tempatnya, seperti tidak boleh masuk membawa senjata tajam, minum berlebihan atau yang lainnya. Sehingga kriminalitas dapat diminimalkan," katanya berharap. (*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026