Denpasar (ANTARA) - Desa Wisata Penglipuran, Bangli mulai memberikan asuransi keselamatan bagi wisatawan yang berkunjung tanpa biaya tambahan.
“Untuk asuransi sudah menjadi kesatuan dengan tiket, dengan tambahan asuransi ini wisatawan tidak lagi dikenakan biaya tambahan ketika berkunjung ke Penglipuran,” kata Kepala Pengelola Desa Wisata Penglipuran Wayan Sumiarsa.
Sumiarsa menjelaskan bahwa asuransi keselamatan sudah menjadi kebutuhan di daya tarik wisata (DTW), apalagi Desa Wisata Penglipuran dengan rata-rata 2.000 kunjungan per hari memiliki kontur jalan yang cukup riskan.
“Seluruh wisatawan yang berkunjung ke Penglipuran sudah seyogyanya mendapatkan perlindungan keselamatan dengan asuransi ini, karena kontur jalan kita yang sedikit riskan dan ini juga usaha kami meningkatkan pelayanan sebagai layanan tambahan,” ujarnya.
Dengan demikian, pengelola dan komunitas masyarakat berharap desa wisata terbaik dunia menurut UNWTO itu dapat membuat wisatawan semakin nyaman dalam berkunjung.
Adapun tarif masuk tetap sama, yaitu untuk WNI Rp15.000 bagi anak dan Rp25.000 bagi dewasa, serta WNA Rp30.000 bagi anak dan Rp50.000 bagi dewasa.
Sekretaris PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Brellian Gema mengatakan dalam kolaborasi ini mereka hadir memberi perlindungan Personal Accident yang ada pada tiket masuk mencakup santunan meninggal dunia akibat kecelakaan hingga Rp50 juta per pengunjung, santunan cacat tetap (total maupun sebagian) hingga Rp50 juta, penggantian biaya pengobatan akibat kecelakaan hingga Rp5 juta, transportasi akibat kecelakaan hingga Rp1 juta, dan santunan rawat inap sebesar Rp150 ribu per hari (maksimal 5 hari).
Asuransi ini berlaku selama 1x24 jam atau selama pengunjung tersebut berada di Desa Wisata Penglipuran, sehingga wisatawan akan lebih terlindungi selama aktivitas wisata berlangsung.
Perusahaan BUMN di bidang asuransi umum itu memutuskan hadir di DTW untuk menjawab tren pertumbuhan pariwisata yang semakin pesat, dengan kebutuhan akan pengalaman wisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga menuntut keamanan.
Untuk itu, bersama perusahaan pengelola sistem tiket PT Mitra Kasih Perkasa (MKP), Asuransi Jasindo menghadirkan asuransi keamanan yang melekat pada tiket wisatawan bukan pilihan.
“Dengan pendekatan ini, perlindungan tidak lagi menjadi opsi tambahan, melainkan menjadi bagian penting dari setiap pengalaman wisata,” ujar Brellian.
Dengan ini juga, ia ingin perusahaan asuransi hadir membantu Desa Wisata Penglipuran agar tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata terbaik dunia, tetapi juga sebagai destinasi yang mengedepankan aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung melalui perlindungan yang terstandardisasi.
CEO and Co-Founder PT MKP Nicholas Anggada mengatakan kolaborasi ini adalah langkah lanjutan dalam pengembangan ekosistem wisata digital yang lebih aman dan terintegrasi di Desa Penglipuran.
“Tahun ini menjadi tahun keempat MKP dipercaya untuk mengelola ticketing system Desa Penglipuran secara holistik, kami melihat kebutuhan wisatawan saat ini bukan hanya kemudahan transaksi dan akses masuk, tetapi juga rasa aman selama berada di destinasi wisata,” tuturnya.
Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026