Beijing (ANTARA) - Pemerintah China memperpanjang kebijakan bebas visa bagi warga negara Rusia hingga 31 Desember 2027, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun.

"Untuk terus memfasilitasi perjalanan lintas batas antara China dan Rusia, China telah memutuskan untuk memperpanjang kebijakan bebas visa ke Rusia hingga 31 Desember 2027," katanya dalam konferensi pers di Beijing, Rabu.

Guo Jiakun menyebut China akan bekerja sama dengan Rusia untuk lebih memfasilitasi lalu lintas batas antarmasyarakat dan memberikan dorongan lebih besar pada kemitraan strategis komprehensif China-Rusia untuk era baru.

"Pemegang paspor biasa dari Rusia dapat dibebaskan dari visa untuk memasuki China dan tinggal tidak lebih dari 30 hari untuk keperluan bisnis, pariwisata, kunjungan keluarga/teman, pertukaran, dan transit," tambah Guo Jiakun.

China diketahui sudah menjalin perjanjian bebas visa bersama dengan 29 negara dan bebas visa unilateral yang menawarkan akses masuk bebas visa kepada warga negara dari 48 negara.

Presiden Rusia Vladimir Putin sendiri sedang berada di Beijing pada 19-20 Mei 2026. Kunjungannya tersebut adalah lawatannya ke-25 kali ke China.

"Pagi ini, Presiden Xi Jinping mengadakan upacara penyambutan untuk Presiden Rusia Vladimir Putin yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke China. Kedua presiden mengadakan pembicaraan privat dan formal untuk melakukan komunikasi strategis mengenai sejumlah isu utama," ungkap Guo Jiakun.

Keduanya disebut sepakat untuk terus memperpanjang "Perjanjian Kerja Sama Bertetangga Baik dan Persahabatan China-Rusia".

Presiden Xi Jinping, kata Guo Jiakun, mencatat bahwa tahun ini menandai peringatan ke-30 kemitraan strategis koordinasi China-Rusia dan peringatan ke-25 penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Bertetangga Baik dan Persahabatan China-Rusia.

"Hubungan China-Rusia telah mencapai puncaknya saat ini berkat upaya berkelanjutan kedua negara untuk memperdalam saling percaya politik dan koordinasi strategis, memperluas kerja sama di berbagai bidang, menjunjung tinggi keadilan dan kesetaraan internasional, dan mempromosikan pembangunan komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia," ungkap Guo Jiakun.

Di tengah situasi internasional yang berubah dan bergejolak, China dan Rusia berkomitmen untuk mengembangkan kemitraan strategis koordinasi komprehensif untuk era baru berdasarkan kesetaraan, saling menghormati, menjunjung tinggi komitmen, dan kerja sama yang saling menguntungkan, katanya.

"Kepercayaan timbal balik politik terus meningkat, kerja sama di bidang ekonomi dan perdagangan, investasi, energi, ilmu pengetahuan dan teknologi, pertukaran budaya dan antarmasyarakat, serta kerja sama di tingkat daerah terus mengalami kemajuan, dan ikatan antar masyarakat semakin kuat," ungkap Guo Jiakun.



Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026