Badung (ANTARA) - Praktisi hipnoterapi di Bali mengatakan membaca buku yang sesuai dapat menjadi opsi apabila seseorang mengalami beban mental dan pikiran namun enggan berkonsultasi ke ahli.

“Ya bisa jadi opsi karena membaca satu buku itu ibarat kita berguru, kalau kita baca tentang healing tentang hipnoterapi, maka kita mendapatkan dunia baru, solusi instan sesuai permasalahan dengan buku,” ucap Hipnoterapis sekaligus Dosen Amerta Bhakti I Made Sumerta.

Sumerta di sela konferensi pers Pameran Buku Internasional Big Bad Wolf (BBW) 2026 di Kabupaten Badung, Jumat, menyampaikan adanya opsi ini untuk merespons tingginya tren permasalahan pada kelompok remaja dan orang dewasa di Bali.

Ia mencatat saat ini keluhan dan tren paling banyak muncul pada remaja sekolah dan usia pekerja dewasa adalah masalah gangguan kecemasan terutama dipicu oleh persoalan ekonomi.

Di tengah gemerlap pariwisata, kata dia, masyarakat masih banyak yang pendapatannya standard bahkan di bawah UMR, sementara kebutuhan juga meningkat dan akhirnya memberikan beban mental.

“Bahkan tak jarang orang Bali memutuskan mengakhiri hidup, hingga menjadi salah satu daerah dengan kasus bunuh diri tertinggi di Indonesia.

Untuk itu menurut dia pemberian hipnoterapi penting guna merelaksasi pikiran, namun lebih jauh literasi melalui buku-buku bacaan juga baik dimulai dari buku-buku sederhana seperti langkah meditasi. 

Merespons kondisi yang sedang marak terjadi di Bali, Country Director BBW Indonesia Marthinus Wandi Budianto mengatakan pameran buku internasional terbesar Big Bad Wolf kembali hadir dengan membawa banyak buku tentang pengembangan diri dan pikiran.

Selain untuk membantu masyarakat mengurangi beban mental dan pikiran lewat bacaan, jutaan buku yang dibawa ke Pulau Dewata adalah untuk meningkatkan literasi membaca.

“Salah satu hasil evaluasi kami tahun lalu ternyata lebih banyak yang beli itu orang asing daripada warga lokal Bali-nya, ini yang jadi salah satu tantangan bagaimana bisa mendorong warga lokal atau Indonesia karena ini untuk meningkatkan literasi apalagi Bali daerah pariwisata yang tidak asing lagi dengan masalah bahasa,” ujarnya.

Untuk mendorong literasi membaca masyarakat lokal itu, maka pameran buku internasional BBW akan digelar lebih panjang yaitu 25 Mei-7 Juni 2026 di Discovery Mal Bali dengan harga buku mulai dari Rp5.000.

Wandi mengatakan tak hanya itu, BBW yang sudah 10 tahun digelar di Indonesia dan tiga tahun di Bali ini menyiapkan beragam keuntungan lainnya, sehingga masyarakat lokal semangat untuk kembali ke kebiasaan membaca buku.

Selain buku pengembangan diri dan pikiran untuk Bali, BBW 2026 banyak pula membawa buku kategori anak, tujuannya agar literasi membaca terbangun sejak kecil.

Wandi mengatakan di setiap kota di Indonesia mereka membawa kategori buku berbeda-beda, disesuaikan pada riset sehingga ketika masyarakat lokal datang mereka menemukan buku yang sesuai dengan kebutuhan kebanyakan di daerah tersebut. 

“Memang secara kategori masih lebih banyak kategori anak karena yang kami targetkan justru pembaca-pembaca baru di usia kecil dan buat membaca itu jadi gaya hidup sejak usia emas, tapi tetap ada juga buku fiksi dan non fiksi, kami bawa banyak karena nanti areanya 2.500 meter persegi jadi sangat luas,” tutur Wandi.



Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026