"Saya sudah mengecek langsung ke lokasi, tanpa tanggul tersebut, air laut bisa masuk ke sawah saat pasang. Akibatnya, padi yang ditaman petani bisa mati," kata Ketua DPRD Jembrana, Ketut Sugiasa, di Negara, Jumat.
Menurutnya, tanggul irigasi jebol karena diterjang banjir dari aliran sungai setempat, yang juga merusak gorong-gorong.
Untuk memperbaiki tanggul tersebut, ia mengaku, sudah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Bali-Penida, selaku institusi yang berwenang menangani sempadan sungai.(GBI)
Pewarta: Oleh Gembong Ismadi: Gembong Ismadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.